Internet Bikin Sulawesi Utara Makin Berjaya Menuju Kota Pintar

Internet Bikin Sulawesi Utara Makin Berjaya Menuju Kota Pintar
Pagi yang cukup sibuk di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Sulawesi Utara. (Dok. Metro TV)

Sulawesi Utara makin berjaya dengan ketersediaan jaringan telekomunikasi dan internet dari Bakti Kominfo. Berbagai sektor seperti perdagangan ikan dan bunga juga semakin maju. Selain itu, internet juga memberi kesempatan yang sama bagi teman-teman tuli untuk meningkatkan keterampilannya. 

Inibaru.id - Pagi belum lama muncul, namun di Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Bitung, Sulawesi Utara, sudah sangat sibuk. Ini adalah waktu para nelayan mendarat seraya membawa hasil tangkapannya untuk dijual kepada para pedagang. Setelah harga pas dan ikan dilepas, giliran para pedagang yang menjual ikan-ikan ini kepada pembeli berikutnya.

Pelabuhan Perikanan Samudera Kota Bitung adalah kawasan perikanan terbesar yang ada di Sulawesi. Di sini, ikan yang paling banyak dijual-belikan adalah tuna dan cakalang.

Ketersediaan jaringan infrastruktur dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Sulawei Utara turut membantu kegiatan sehari-hari di pelabuhan tersebut. Hal itu dilontarkan oleh salah satu nelayan Jonly Luntungan.

“Kalau mau jual nggak perlu lari-lari. Semuanya sudah ada di hp. Tinggal menghubungi saja,” ungkapnya. 

Jembatan Soekarno. (Dok. Metro TV)<br>
Jembatan Soekarno. (Dok. Metro TV)

Sejauh ini Pemerintah juga terus berupaya mengembangkan infrastruktur jaringan internet agar memastikan sektor perikanan terus berkembang. Menurut Audy Pangemanan, sekertaris daerah Kota Bitung, saat ini dari 14 perusahan ikan pengalengan, tujuh di antaranya ada di Bitung. Kapasitas produksi ikan mencapai angka 1440 ton per hari.

“Yang ada ini cukup baik, tapi butuh pengembangan lagi,” ujarnya. 

Internet bagi Teman Tuli dan Ekonomi

Seusai mengulik tentang komoditas perikanan dan jaringan internet di Bitung, Tim menuju base camp Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb). Tempat ini sederhana tapi nyaman. Pada salah satu dinding terpasang gambar petunjuk bahasa isyarat, sementara pada sisi yang lain visi dan misi Kaleb dipajang.

Tampak beberapa anggota Kaleb sedang mengadakan pertemuan terbatas. Mereka menggunakan bahasa isyarat. Sudah lama mereka menikmati manfaat internet. Selain membantu masyarakat umum, Kaleb membuktikan kalau infrastruktur telekomunikasi dan internet juga membantu teman-teman difabel lo.

Di komunitas ini, para anggota beri pelatihan agar menjadi Sumber Daya Manusia yang tangguh. Mereka diajak untuk meningkatkan literasi dan belajar berbagai keterampilan seperti pengolahan kopi, sablon, dan kriya.

 “Harapannya internet bisa salah satu solusi untuk mengembangkan potensi teman-teman tuli dan difabel. Agar mereka berketerampilan berkarya untuk kota-kota mereka dan masyarakat,” kata Christha Donna Renata, Founder Komunitas Kaleb.

Infrastruktur Sulawesi terus dicicil agar semakin baik. (Dok. Metro TV)<br>
Infrastruktur Sulawesi terus dicicil agar semakin baik. (Dok. Metro TV)

Semangat maju teman-teman tuli dari Kaleb ini patut diacungi jempol. Mereka dengan serius mengikuti setiap pelatihan baik langsung maupun melalui internet. Pada masa pandemi seperti sekarang, manfaat internet sangat terasa.

Selain membantu kegiatan masyarakat, internet juga berperan meningkatkan perekonomian. Seperti di Tomohon. Di sana Tim bertemu para petani kembang atau tanaman hias.

Internet membantu petani untuk mengetahui lebih dalam soal karakteristik bunga. Selain itu turut membantu promosi penjualan. Terutama jika ada Tomohon International Flower Festival yang diadakan saban tahun.

Kecepatan internet di Sulawesi ini karena kini Pemerintah menjadikan Sulawesi sebagai salah satu Provinsi yang dilalui Palapa Ring Site paket tengah yang ada di Manado. Palapa Ring adalah proyek jaringan interkoneksi bawah laut untuk memperlancar telekomunikasi dan internet.

Dilalui Palapa Ring Site Tengah

Pada 2018, proyek Palapa Ring sudah merampungkan jaringan kabel serat optik sepanjang 2995 KM. Tahun berikutnya Palapa Ring Paket Tengah sudah menjangkau 27 Kabupaten/Kota di Provinisi Sulawesi Utara, Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Hebat ya?

Erwin Kontu, Walikota Manado menuturkan jika jaringan internet saat ini sudah cukup baik. Namun memang di beberapa tempat masih blank spot, sehingga program smart city belum optimal.

“Jadi kalau infrastruktur maksimal, nantinya program yang akan melibatkan masyarakat ini juga nggak sia-sia,” ucapnya.

Internet bagai jembatan yang dapat saling menghubungkan. Semoga dengan berjalannya waktu internet dan telekomunikasi di Sulawesi semakin maksimal ya, Millens. (IB28/E05)