Suka Duka Jadi Solo Traveler

Pada akhirnya, sendiri ataupun dengan orang lain, jalan-jalan tetap nikmat! Itu kata Trinity seorang travel writer dalam bukunya "The Naked Traveler 2". Apa benar demikian?

Suka Duka Jadi Solo Traveler
Potret di area Keraton Surakarta. (Nabilah Rifdha Elmira)

Inibaru.id - Liburan adalah pilihan yang tepat buatmu yang ingin melepas penat. Yap, terkadang kamu memang butuh ruang sendiri dan sejenak menepi dari rutinitasmu yang padat. Nggak jarang, sejumlah orang akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan sendiri ke beberapa tempat wisata atau yang lebih seiring disebut solo traveling.

Septiawan Eka Maulana atau akrab salah satunya. Lelaki yang kerap disapa Eka itu memang memiliki hobi jalan-jalan baik sendiri maupun bersama teman-temannya. Beberapa kota seperti Jakarta, Wonosobo, Banyumas, Tegal, dan Kudus pernah disambanginya seorang diri.

Bagi Eka, dia lebih bisa merasakan kebebasan dan menikmati waktu untuk dirinya sendiri saat menjadi solo traveler. Melakukan perjalanan seorang diri juga lebih fleksibel karena bisa menentukan waktu dan destinasi tujuan yang sesuai dengan keinginan.

Bukan berarti berlibur bersama orang lain lebih ribet, Millens. Namun, perbedaan aktivitas dan prioritas terkadang menjadi tembok penghalang bila kamu pengin berlibur bersama temanmu.

“Saat jalan sendirian enaknya aku bisa ngatur perjalanan sendiri, manajemen waktu sendiri, dan bebas menentukan traveling kemana pun aku mau,” terang lelaki asal Demak ini.

Partner yang sejalan merupakan hal yang sulit ditemukan dalam traveling (Instagram/@septiawaneka_m)

Hal itu pun diamini Nabilah. Perempuan yang hobi ber-solo traveling itu mengatakan berlibur bersama orang lain sering memunculkan ketidakcocokan.

"Kalo traveling bareng-bareng nggak enaknya satu mau ini, satu mau itu. Satunya dengkul kijang, satu nggak kuat jalan jauh. Kalau enaknya solo traveling ya kita bisa menentukan itinerary seenak kita, nggak ada yang melarang," ungkapnya.

Eits, tapi menjadi solo traveler itu nggak selamanya enak, lo. Para solo traveler itu memiliki permasalahan masing-masing saat melakukan perjalanan seorang diri. Salah satu permasalahannya yakni bila kamu sakit atau tersesat. Selain itu, kebutuhan akomodasi dan tempat tinggal juga terkadang lebih banyak karena kamu nggak bisa patungan bersama teman perjalananmu.

Nabilah mengakui ada beberapa hal yang kurang menyenangkan saat melakukan perjalanan seorang diri.

“Nggak enaknya si nggak ada yang fotoin," ucap Nabilah diikuti tertawa, "kalaupun ada stranger yang mau motoin, nggak bisa banyak-banyak posenya. Terus mau jajan atau kulineran juga harus mikir-mikir lagi. Kalau barengan kan bisa satu beli ini satu beli itu. Jadi bisa bagi-bagi dan coba semua.”

Ilustrasi menentukan dan mencari informasi tentang destinasi tujuan (Instagram/@beasolotraveler)

Namun, beberapa kekurangan itu bisa teratasi jika kamu telah melakukan persiapan yang matang. Salah Kamu perlu mempersiapkan perjalanan serapi mungkin mulai dari mencari promo penginapan sampai mencari relasi di tempat tujuan.

Yap! Relasi bisa jadi kunci saat solo traveling. Sebagai seorang solo traveler kamu perlu berinteraksi dengan orang lain baik warga lokal maupun sesama turis. Mengapa? Karena kamu pasti akan menemukan informasi-informasi yang mungkin nggak ada di internet lewat ngobrol dengan warga lokal.

Kamu juga bisa berbagi ruang di hostel dengan sesama pelancong untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi, jangan segan untuk berinteraksi dengan orang sekitar ya. Percayalah hal itu akan sedikit banyak membantu perjalananmu.

Nah, itu dia suka dukanya jadi seorang solo traveler. Tinggal kamu pilih yang mana Millens, mau berkelana dengan bebas dan bertemu orang-orang baru atau traveling bersama orang-orang terdekatmu. Apapun pilihanmu, yang penting jangan cuma jadi wacana saja ya! He-he (Faidah Umu/E04)