Ini Alasan Menara Kudus Tetap Dibuka di Tengah Pandemi Corona

Ini Alasan Menara Kudus Tetap Dibuka di Tengah Pandemi Corona
Tempat favorit pengunjung untuk foto-foto. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani). 

Nggak seperti di beberapa kota besar yang sudah menutup tempat wisatanya, Masjid dan Menara Kudus tetap menerima peziarah.

Inibaru.id - Belum ke Kota Kretek kalau belum "sowan" ke Menara Kudus katanya. Tapi di tengah pandemi corona kira-kira bagaimana nasib objek wisata religi ini? Saya sempat mengira Menara Kudus akan ditutup sementara hingga keadaan kembali membaik. 

Ternyata saya salah. Menara dan Kompleks Makam Sunan Kudus tetap buka. Kalau kata Koordinator Humas Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Deny Nur Hakim merebaknya virus corona nggak memberikan pengaruh yang begitu besar bagi yayasan.

Secara finansial, penurunan atau pun peningkatan jumlah pengunjung nggak berpengaruh. Hal ini dikarenakan nggak ada tarif bagi para peziarah yang datang.

Pihak pengelola memang nggak memberikan larangan khusus untuk pengunjung yang ingin datang dan berziarah ke makam Sunan Kudus. Tetapi, Deny berharap wisatawan dari luar kota menaati peraturan yang telah dikeluarkan oleh kepala daerah masing-masing termasuk jika mengimbau warganya untuk tetap di rumah.

“Jadi saya rasa, dari masing-masing kepala daerah sudah melakukan imbauan kepada warganya," ujar Deny, Kamis (19/3). Biarpun nggak melarang peziarah, Deny tetap berhati-hati menerima tamu. Dirinya membeberkan kalau menunda kunjungan kerja seorang anggota DPRD ke yayasannya karena kondisi sedang nggak memungkinkan.

"Sementara ini, penziarah yang datang hanya masyarakat Kudus,” tambahnya.

Masjid Menara Kudus yang sering disebut dengan Masjid Al-Aqsha. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Masjid Menara Kudus yang sering disebut dengan Masjid Al-Aqsha. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Biarpun nggak ditutup, pengelola Masjid dan Menara Kudus nggak lantas berpangku tangan lo. Mereka juga melakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah penularan virus corona.

Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya menempatkan hand sanitizer di setiap tempat wudu, menggulung karpet masjid, pengosongan bak kamar mandi, dan melakukan penyemprotan desinfektan di area masjid.

Mereka juga sedang menggodok rencana pemasangan sepanduk untuk pengunjung agar tetap menjaga kesehatan.

“Kita sama-sama menjaga, tidak sampai mengekang masyarakat yang ingin berziarah. Dilema juga sebenarnya. Tetapi, yang terpenting kita sama-sama menjaga kebersihan, mulai dari diri masing-masing,” pesan Deny untuk para peziarah.

Saya sempat bertemu dengan pengunjung bernama Eva, yang datang ke sana untuk berziarah. Dia mengaku melihat banyak perbedaan yang di kawasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Menurutnya pasca-merebaknya corona, kawasan Menara lebih lengang dan sepi oleh pengunjung. 

"Takut nggak takut sih, tapi ya mantep lah. Kita datangkan berniat mau ziarah. Sebenernya ya khawatir juga, tapi jaga kebersihan diri sendiri dulu deh, bawa masker dan hand sanitizer," ungkap Eva. 

Hm, kalau lokasi ziarah di tempatmu masih buka juga nggak, Millens? (Rafida Azzundhani/E05)