Hasil Penelitian, Monyet di Uluwatu Lihai 'Mencuri' Benda Berharga untuk Ditukar Makanan

Hasil Penelitian, Monyet di Uluwatu Lihai 'Mencuri' Benda Berharga untuk Ditukar Makanan
Ilustrasi: Monyet di Uluwatu Bali akan mencuri benda paling berharga dari wisatawan untuk mendapatkan makanan. (Flickr/dionhinchcliffe)

Para monyet di Pura Uluwatu lihai 'mencuri' benda berharga di tangan kita untuk dibarter dengan makanan yang dianggap sepadan. Mereka bahkan bisa membedakan mana barang berharga, mana yang tidak. Hm, terlihat lucu sih, tapi menakutkan nggak, sih?

Inibaru.id – Monyet diyakini memiliki kecerdasan yang cukup mengagumkan dibanding binatang lain. Ia mampu beradaptasi dan belajar gimana cara bertahan hidup, termasuk di antaranya para monyet di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Para monyet di Pura Uluwatu tersebut diyakini telah berevolusi sehingga tahu mana benda berharga dan tidak. Hal ini menjadi keunikan tersendiri lantaran nggak dijumpai pada monyet lain di belahan bumi mana pun.

Fakta ini diungkapkan dalam sebuah jurnal sains Royal Society. Para peneliti menemukan fakta bahwa monyet-monyet di Uluwatu cenderung mencuri barang-barang yang dianggap berharga bagi manusia seperti gawai, kacamata hitam, tas, atau topi. Tujuannya? Agar nantinya bisa ditebus dengan makanan.

Monyet yang ada di Uluwatu ini berjenis ekor panjang, yang biasa disebut monyet kra atau Macaca Fascicularis. Mereka rupanya cukup cerdas untuk mempelajari para wisatawan yang berkunjung sekaligus menentukan barang paling berharga yang mereka bawa.

Sebagai contoh, seekor monyet mengamati seseorang dengan gawainya, lalu ia akan mencuri atau mengambil paksa. Gawai tersebut baru akan dikembalikan ke wisatawan setelah dibarter dengan makanan yang sesuai dengan keinginannya.

Ilustrasi: Monyet di Uluwatu Bali mempelajari para wisatawan yang datang sebelum memutuskan untuk mencuri benda mana yang dianggap paling berharga. (Flickr/

Zach Taylor)
Ilustrasi: Monyet di Uluwatu Bali mempelajari para wisatawan yang datang sebelum memutuskan untuk mencuri benda mana yang dianggap paling berharga. (Flickr/ Zach Taylor)

Para peneliti dari Universitas Udayana Bali dan Universitas Lethbridge Kanada itu mengatakan, para monyet ini melakukan “tindakan ekonomi” yang belum pernah ditemukan sebelumnya di mana pun. Oya, monyet yang lebih tua memiliki kemampuan lebih baik dalam menilai benda yang lebih berharga.

Dalam penelitian yang dipublikasikan Senin (11/1/2021) lalu ini, disebutkan bahwa penelitian dilakukan dalam waktu 273 hari pada 2015-2016 serta dalam waktu tertentu pada 2019. Hasilnya, para monyet mengamati wisatawan, mengendap-endap, lalu mengambil benda milik wisatawan.

Setelah mengambil benda yang dianggap berharga itu, mereka akan berada di samping para wisatawan, menunggu imbalan berupa makanan sebagai alat barter untuk benda yang diambilnya. Jika makanan yang diberikan kurang, ia enggan memberikan benda tersebut. 

Para monyet akan terus mengumpulkan makanan yang diberikan hingga merasa nilainya "sebanding" dengan benda yang mereka ambil. Sekilas cara ini terlihat lucu, tapi tentu saja membuat para wisatawan kerepotan dibuatnya.

Kalau kamu berkunjung ke Pura Uluwatu, sebaiknya simpan benda berhargamu rapat-rapat ya, Millens! Jangan sampai tercuri dan kamu nggak mampu menebusnya. Ha-ha. (Cnn/IB09/E03)