Disbudpar Tak Izinkan Goa Kreo Dibuka Minggu Ini, Apa Alasannya?

Disbudpar Tak Izinkan Goa Kreo Dibuka Minggu Ini, Apa Alasannya?
Kepala Disbudpar Indriyasari saat hadir dalam simulasi di Goa Kreo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dalam kunjungannya ke Goa Kreo untuk mengikuti simulasi penerapan protokol kesehatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menolak memberikan rekomendasi. Apa alasannya?

Inibaru.id – Sesuai dengan arahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, para pelaku usaha hiburan dan wisata kini telah diperbolehkan beroperasi dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah membuat simulasi mandiri setidaknya 2 kali sesuai anjuran Pemprov Jawa Tengah.

Menindaklanjuti hal ini, UPTD Goa Kreo menggelar simulasi pada Jumat (2/7). Dalam simulasi ini pengelola memberikan arahan para rombongan pengunjung yang terdiri dari kepala Disbudpar Kota Semarang hingga kepala UPTD  dari loket sampai pintu keluar.

Sayangnya Indriyasari, Kepala Disbudpar menolak memberikan rekomendasi pembukaan wisata Goa Kreo pada saat itu juga. Menurutnya masih banyak hal yang harus dibenahi oleh pengelola terutama dalam hal pembagian kerja petugas.

“Saya apresiasi sudah berusaha keras tetapi kalau melihat kondisi seperti kita harus persiapkan lebih intens lagi,”ungkap perempuan yang akrab dipanggil Iin Ini.

Iin belum berikan rekomendasi pada UPTD  Goa Kreo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Iin belum berikan rekomendasi pada UPTD  Goa Kreo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menurutnya pengelola perlu membagi petugas untuk menjaga di beberapa pos seperti pintu masuk, loket hingga bagian bawah Goa Kreo. Iin menekankan pentingnya menempatkan petugas yang mengarahkan pengunjung untuk mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer setelah bertransaksi.

“Harusnya ada petugas yang mengarahkan cuci tangan. Loket sudah menggunakan non tunai namun tidak diarahkan untuk memakai hand sanitizer,” tegasnya.

Dirinya juga menyoroti garis penanda antrean yang kurang terlihat. Selain itu pedagang yang berjualan di area PKL juga harus diberikan pemahaman tentang pentingnya memberi jarak antar-kursi pembeli.

Kepala  UPTD lain  turut berikan masukan.  (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Kepala  UPTD lain  turut berikan masukan.  (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Karena berbagai kekurangan itulah, Iin dengan berat hati menahan rekomendasi untuk tempat tersebut.

“Mohon maaf Pak Mamit sepertinya ini masih harus diperbaiki semuanya. Minggu ini tidak bisa dibuka terlebih dahulu,” ungkapnya kecewa.

Iin berharap supaya perbaikan yang dilakukan oleh pengelola bisa turut mengedukasi pengunjung agar turut aktif menerapkan protokol kesehatan. Meski belum bisa dibuka dirinya mendorong agar pengelola Goa Kreo kembali menggelar simulasi sehingga bisa segera menerima pengunjung.

“Semakin cepat, semakin saya senang. Karena memberikan ruang pada masyarakat yang ingin melepaskan penat,” pungkas Iin.

Wah semoga pada simulasi selanjutnya sukses supaya Goa Kreo Semarang bisa dibuka kembali ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)