Dibuka untuk Umum, Ereveld Kalibanteng Semarang Bisa Jadi Tempat Rekreasi
Jalan setapak Ereveld Kalibanteng yang tampak bersih dan asri. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dibuka untuk Umum, Ereveld Kalibanteng Semarang Bisa Jadi Tempat Rekreasi

Mungkin permakaman kesannya suram dan serem. Namun, di Ereveld Kalibanteng Semarang atau yang lebih dikenal sebagai makam Belanda, kamu bisa datang untuk rekreasi sekalipun. Jalan-jalan ke permakaman yang satu ini bukan jadi pilihan buruk. Mau tahu kenapa?

Inibaru.id - Permakaman dalam persepsi masyarakat mungkin seperti lokasi yang sakral dan punya kesan mistis. Saya pun kalau ke makam mungkin hanya pada saat momen ziarah sebelum dan sesudah Hari Raya Idulfitri. Yang jelas bukan menjadi tempat rujukan untuk rekreasi atau bahkan sekadar main-main.

Namun anggapan itu nggak berlaku di Ereveld Kalibanteng, Jalan Siliwangi, Kota Semarang. FYI, tempat ini merupakan Makam Kehormatan Belanda. Di sini ribuan korban perang dunia II yang terdiri atas orang Belanda dan masyarakat lokal terbaring damai.

Namanya juga permakaman, suasana sunyi tentu melingkupi. Tapi meski saya berdiri dikepung nisan, tempat apik ini lebih mirip taman, Millens.

O ya, Ereveld merupakan pemakaman Belanda yang dikelola oleh Yayasan Orlogs Graven Stichting. Selain di Kalibantent ini, makam Ereveld berada Jl. Taman Jend. Soedirman No. 4, Bendungan, Gajahmungkur, Semarang.

Seorang pekerja Ereveld Kalibanteng sedang membuat batu nisan yang baru. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Seorang pekerja Ereveld Kalibanteng sedang membuat batu nisan yang baru. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sejauh mata memandang, makam Ereveld tempatnya cukup luas, bersih, rapi dan asri karena dihiasi dengan rerumputan yang hijau dan berbagai pepohonan. Wah, saya makin tertarik untuk menjelajah.

Di sana saya ditemani oleh Eko Boedi Listyanto. Dia adalah pengawas Ereveld Kalibanteng Semarang. Sebelum diajak berkeliling, dia menggiring saya melihat tempat pembuatan nisan.

Yap, Ereveld memproduksi pusara sendiri. Waktu saya ke sana tampak para pekerja yang sedang memoles batu nisan.

“Batu nisan di sini terus diperbarui. Warnanya pudar sedikit saja langsung kami ganti. Awalnya masih pakai kayu jati, namun sekarang sudah menggunakan cetakan beton,” ujar Eko, Selasa (28/1). Eh, kamu juga dibolehin kok kalau mau lihat.

Monumen Peremmpuan Tak Dikenal di Ereveld Kalibanteng. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Monumen Peremmpuan Tak Dikenal di Ereveld Kalibanteng. (Inibaru.id/ Audrian F)

Setelah melihat proses pembuatan batu nisan, Eko menemani saya berkeliling. Makam Ereveld Kalibanteng Semarang ini dikelilingi pepohonan. Ada 7 pohon beringin, pohon cemara, dan pohon kelengkeng. Di sekeliling makam ada sebuah sungai kecil yang melingkar.

Saya mulai menyusuri jalan setapak yang memisahkan makam. Indah sekali. Tempatnya luas dan bersih. Saya jadi percaya orang bisa ke sini untuk sekadar jalan-jalan.

Selepas saya melalui jalan setapak tadi. Ada sebuah makam batu yang besar yang berada di dekat lokasi bendera. Saya kira itu makam. Namun kata Eko, itu monumen.

“Itu monumen 'Perempuan Tak Dikenal'. Tapi bukan berarti ini makam. Cuma monumen saja,” jelasnya. Memang di Ereveld Kalibanteng ini memiliki beberapa monumen selain Monumen Perempuan Tak Dikenal tadi. Ada monumen lempengan batu peringatan, Jongenskampen, dan patung perempuan dan anak.

Monumen Jongenskampen sebagai perlambang anak-anak korban tawanan tentara Jepang. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Monumen Jongenskampen sebagai perlambang anak-anak korban tawanan tentara Jepang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Monumen Jongenskampen didirikan untuk mengingat anak-anak muda tawanan tentara Jepang. Dirupakan seperti seorang bocah kurus dan membawa cangkul di bahunya. Dia berdiri dengan ditopang oleh sebuah kapak dan hanya memakai selembar kain di pinggang. Patung ini dibuat oleh pematung Anton Beysens dan diresmikan pada 1988.

Puas menyusuri makam, saya bersama Eko menyempatkan diri untuk duduk di bawah pohon beringin tersebut. Rasanya sejuk dan adem karena terkena angin yang sepoi-sepoi. Hoam, bikin ngantuk. Haha

Mau berkunjung ke makam Ereveld Kalibanteng Semarang nggak, Millens? Eits, jangan lupa taat aturan ya! (Audrian F/E05)