Di Tengah Bentangan Pasir Tana Toraja

Destinasi baru di Tana Toraja ini mulai jadi primadona. Hamparan pasir di tengah perbukitan, lanskap yang sungguh memesona.

Di Tengah Bentangan Pasir Tana Toraja
Panorama perbukitan di sekitar gumuk pasir Pa’buyan. (LuriSuanto /Shutterstock.com)

Inibaru.id - Tana Toraja memang kaya objek wisata. Destinasi baru yang mulai menarik perhatian para pelancong di wilayah itu adalah gumuk pasir Pa'buyan.

Laman Kompas.com menulis, secara administratif objek wisata itu berada di Lembang Rantebua Sumalu, Dusun Buntu Rondo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Meski dikenal dengan nama Gumuk Pasir Toraja, masyarakat sekitar lebih sering menjulukinya Bukit Pa'buyan. Ada pula yang mengenalnya dengan Gumuk Pasir Sumalu.

Ya, Gumuk Pasir Pa’buyan ini mulai jadi favorit penyuka traveling dengan fokus kemenarikan pada kontur alamnya.

Baca juga:
Lihatlah Patung Raksasa dari Perunggu dan Kenanglah Sosoknya
Kampung Adat Flores Jadi Primadona Wisatawan

Secara geologis, gumuk pasir adalah perbukitan pasir. Jika kamu berada di Pulau Jawa, ojek wisata serupa juga dapat ditemui di Parangkusumo, Yogyakarta.

Namun perbedaannya adalah gumuk pasir Toraja secara fisik memiliki tekstur pasir yang sangat padat dan berada di tengah bukit sehingga kamu dengan leluasa dapat melakukan selancar pasir, karena kontur gundukannya yang tinggi. Gumuk pasir di Yogyakarta berada di dekat pantai dengan gumuk yang relatif landai.

Perlu kamu tahu, gumuk pasir Toraja sebenarnya terbentuk karena peristiwa alam. Angin yang berembus membawa butiran pasir hingga menjadi bukit nan indah.

Karena panoramanya yang unik dan berbeda dari tempat wisata kebanyakan, nggak heran bahwa objek wisata yang baru ditemukan pada 2016 ini marak diperbincangkan di media sosial, mulai dari Facebook, instagram, dan lain-lain.

Beberapa pelancong lokal dan luar daerah pun datang melihat pesona alam gumuk pasir. Bahkan saat kali pertama ditemukan, lokasi ini sudah menyedot hampir ribuan pengunjung setiap harinya.

Baca juga:
Keelokan Garis-Garis Terasiring Panyaweuyan
Kampung Persahabatan Bukan Kampung Biasa

Untuk mencapainya pun nggak sulit. Kamu hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari Rantepao. Dalam perjalanan ke sana, kamu akan melewati sedikit wilayah perbukitan dan perkampungan warga. Tiba di lokasi, kamu akan langsung disuguhi hamparan pasir luas berbukit dengan embusan angin yang sejuk.

Namun untuk sampai di titik lokasi objek, kamu masih harus berjalan kaki sekitar setengah kilometer.

Coba sendiri sajalah…. (EBC/SA)