Di Pantai Baruna, Kamu Bisa Main di Pantai Sekaligus Berfoto di Tengah Padang Ilalang
Di area Pantai Baruna, kamu bisa berfoto di padang ilalang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Di Pantai Baruna, Kamu Bisa Main di Pantai Sekaligus Berfoto di Tengah Padang Ilalang

Pantai Baruna dan Pantai Marina hanya dipisahkan oleh Sungai Banjir Kanal Barat. Di Baruna, kamu bisa bermain sekaligus berfoto di padang alang-alang.

Inibaru.id – Pagi itu Vivki Yauli Agustiani dan Eka Noviani bersiap-siap pergi ke Pantai Baruna dari rumah mereka di Mranggen, Demak. Mereka pengin memanfaatkan tanggal merah Hari Maulid Nabi Muhammad SAW untuk berwisata, minggir sejenak dari aktivitas kerja mereka sebagai pekerja garmen di PT. Sai Apparel Industries.

Dengan mengendarai sepeda motor matik warna hitam, kedua gadis itu menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Sesampainya di lokasi, motor mereka parkir di bawah pohon yang lumayan rindang.

Plang kayu Pantai Baruna Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Berbekal kamera mirrorles, Vivki dan Eka saling bergantian mengambil gambar di area tepi laut yang banyak batu segitiga atau batu pemecah ombak.

Mengetahui saya lewat di area tempat mereka foto, Eka memanggil saya untuk menjadi fotografer dadakan. Usai itu saya bersama mereka pergi ke padang alang-alang sekitar pantai. Di padang alang-alang tersebut matahari sangat terik, alang-alang memang banyak tumbuh tapi daun dan bunganya nggak begitu segar.

Vivki (kiri) dan Eka (kanan) tengah berfoto di batu pemecah ombak. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Juga daun ilalang yang harusnya berwarna hijau, pada musim pancaroba ini berwarna cokelat kekuningan. Bunga alang-alang pun seperti hendak ranggas dari tangkainya. Namun hal tersebut nggak menghalangi Eka untuk memetik bunga alang-alang berwarna putih dan kembali melakukan pemotretan. Beberapa meter di belakang Eka berdiri terlihat laut.

Kepanasan, akhirnya kami bertiga duduk di satu-satunya pohon rindang di sekitar padang alang-alang dan mengobrol. Vivki menjelaskan, dia mengetahui Pantai Baruna dari temannya, penasaran dia cek pantai tersebut sosial media. Hingga akhirnya keinginannya untuk pergi ke pantai ini terwujud.

“Yang membuat menarik batu-batu besar di bawah itu lo. Padang rumput juga. Tahu ini dari teman-teman yang pernah ke sini, terus nyari ke sosial media kayak bagus gitu. Tanggal merah terus ke sini. Direncanain berdua,” kata perempuan berusia 19 tahun tersebut.

Suasana Pantai Baruna banyak orang memancing. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Eka yang duduk di sebelah Viviki membenarkan pernyataan Vivki, meski baginya di Pantai Baruna harus pintar-pintar mencari lokasi foto yang instagenik. “Kalau pas sunset bagus pas sore-sore. Kalau di sini pintar cari spot bagusnya saja,” ujar Eka.

Saya pun mengangguk. Sepertinya memang salah waktu kami datang pas siang-siang, Millens, ha-ha. Bagi kamu yang pengin kemari mending pada jam-jam prime time ya, seperti pas matahari tenggelam. Kalau kepaksa siang jangan lupa pakai topi atau bawa payung lipat. Selamat berwisata. (Isma Swastiningrum/E05)