Di Desa Wisata Wonokitri, Kamu Bisa Belajar Budidaya dan Beli Edelweis Secara Legal!

Di Desa Wisata Wonokitri, Kamu Bisa Belajar Budidaya dan Beli Edelweis Secara Legal!
Di sini masyarakat membudidayakan edelweis. (Mongabay)

Di Desa Wisata Edelweis yang terletak di Pasuruan Jawa Timur ini kamu bisa berwisata di tengah hamparan bunga abadi. Nggak cuma itu, kamu juga bisa petik dan beli edelweis secara resmi lo.

Inibaru.id – Edelweis dikenal dengan yang tumbuh liar di gunung. Karenanya, bunga ini haram untuk dipetik siapa saya termasuk oleh pendaki gunung. Namun di Desa Wonokitri, Bromo, Jawa Timur, kamu bisa lo memiliki bunga edelweis yang dijual secara resmi.

Ya, desa ini disebut dengan Desa Wisata Edelweis dan jadi tempat membeli bunga abadi ini secara ilegal. Terletak di Kecamatan Tosarim Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, desa wisata satu ini berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (TNBTS).

Ketua Kelompok Tani Edelweis Teguh Wibowo mengatakan bahwa desa wisata tersebut dibangun guna melestarikan kebudayaan masyarakat Desa Wonokitri.

Pembudidayaan edelweis. (Kompas)
Pembudidayaan edelweis. (Kompas)

“Edelweis buat masyarakat Wonokitri itu bukan hanya sekadar bunga seperti masyarakat umum kenal, tapi lebih pada bunga sakral yang memang ini diperuntukkan untuk beberapa upacara adat yang ada di kawasan Tengger khususnya di Desa Wonokitri,” jelas Teguh.

Asal Mula Desa Wisata Edelweis

Teguh mengatakan bahwa dulunya masyarakat sering mengambil edelweis dari kawasan pegunungan. Namun seiring berjalannya waktu dan adanya larangan memetik bunga tersebut, muncul kelompok tani Hulun Hyang yang menginisiasi agar masyarakat dapat membudidayakan bunga tersebut.

Beli suvenir edelwis juga bisa. (travel.tempo)
Beli suvenir edelwis juga bisa. (travel.tempo)

Setelah resmi jadi desa wisata pada 2018 lalu, Desa Wonokitri kini banyak dikunjungi wisatawan. Di sini para wisatawan dapat menjumpai hamparan edelweis hingga belajar budidayanya. Nggak cuma itu, wisatawan juga dapat berfoto di hamparan bunga berwarna putih ini dengan berlatar pegunungan khas Bromo.

Selain itu, kawasan berkabut dan cuacanya yang dingin bikin betah berlama-lama di tempat ini. Setelah puas berfoto, wisatawan bisa belajar membudidayakan bunga edelweis dari para petani mulai dari pemilihan biji, penyapihan, dan cara menanam.

Petik Edelweis

Bisa foto di tengah hamparan edelweis. (TNBTS)
Bisa foto di tengah hamparan edelweis. (TNBTS)

Oh ya, bagimu yang pengin membawa kenang-kenangan berupa bunga edelweis juga bisa banget lo. tentu saja suvenir edelweis yang dijual di kawasan ini dipastikan legal. Yang menyenangkan, pengunjung juga diperbolehkan untuk memetik edelweis sendiri lo.

“Kalau kepengin metik bunga edelweis bisa, kalau beli suvenir juga bisa secara legal di sini,” ungkap Teguh.

Harga suvenir di sini berkisar antara Rp 20 ribu – Rp 50 ribu. Sementara suvenir edelweis untuk pernikahan juga dijual dengan harga Rp 150 ribu – Rp 250 ribu. Suvenir yang dijual terbuat dari edelweis yang telah diambil bijinya.

Nah buatmu yang pengin ke sini, harap bersabar yak arena saat ini kawasan tersebut tengah direnovasi. Pengelola mengatakan bahwa kemungkinan desa wisata tersebut dapat dikunjungi kembali pada akhir tahun.

Jadi siapkan jadwalmu, yuk kita hampiri edelweis di Bromo akhir tahun ini! (Kom/IB27/E05)