Di Candi Sojiwan Klaten, Pengaruh Arsitektur Hindu dan Buddha Menjadi Satu

Di Candi Sojiwan Klaten, Pengaruh Arsitektur Hindu dan Buddha Menjadi Satu
Candi Sojiwan. (Visitingjogja)

Berkunjung ke Kabupaten Klaten belum lengkap rasanya kalau belum menengok candi-candi di sana. Candi Sojiwan menjadi salah satu candi yang menarik untuk kamu kunjungi. Di candi ini terdapat relief yang menceritakan beberapa fabel, lo.

Inibaru.id – Selain Candi Plaosan, Candi Sojiwan menjadi candi lain di Kabupaten Klaten yang memadukan gaya Hindu dan Buddha. Kalau nggak cermat mengamati, sekilas candi yang berada di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, ini mirip dengan Candi Prambanan.

Sebelum dipugar pada 2011, Candi Sojiwan hanyalah terdiri atas reruntuhan batu. Namun, kini candi tersebut telah selesai dibenahi.

Atap Candi Sojiwan tersusun menjadi tiga bagian. Pada bagian puncak, terdapat satu stupa besar. Bagian-bagian lain dari atap ini diisi puluhan stupa kecil.

Candi Sojiwan tampak menonjol dan terlihat megah berdiri lantaran di sekeliling candi ini terdapat rerumputan hijau yang menambah asri suasana.

https://i1.wp.com/www.njogja.co.id/wp-content/uploads/2015/07/candi_sojiwan.jpg?fit=1250%2C833&ssl=1

Candi Sojiwan. (Njogja)

Menilik sejarahnya, Candi Sojiwan dulu dibangun oleh seorang raja bernama Balitung. Raja Balitung membangun candi ini sebagai bentuk penghormatan pada neneknya, Nini Haji Rakriyan Sanjiwana.

Relief-relief di candi ini diisi dengan pelbagai fabel. Mulai dari fabel tentang garuda dan kura-kura hingga kera yang menyiasati buaya ada di sana. Konon, fabel-fabel tersebut berhubungan cerita Jataka yang berasal dari India.

Untuk menikmati pesona Candi Sojiwan, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5.000 saja. Mungkin akan menyenangkan jika kamu mengunjungi candi ini bersama adikmu yang masih kecil. Dengan memanfaatkan relief-relief di sana, kamu bisa menuturkan beberapa cerita padanya.

Hm, jarang-jarang kan ada candi dengan pelbagai cerita fabel? (IB15/E03)