Di Balik Indahnya Wisata Desa Kasongan, Tersembunyi Sejarah Pahit Penjajahan

Di Balik Indahnya Wisata Desa Kasongan, Tersembunyi Sejarah Pahit Penjajahan
Kerajinan gerabah kini menjadi komoditas Desa Kasongan. (Antaranews)

Seperti daerah lain di Indonesia, Desa Kasongan di Yogyakarta memiliki cerita pahit masa penjajahan. Terlahirnya desa ini nggak lepas dari kisah betapa lemahnya posisi para petani di mata para penjajah. Demi menghindari hukuman, mereka pun rela melepaskan harta.

Inibaru.id – Desa Kasongan terkenal dengan kerajinan gerabahnya. Desa yang berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini memang menjadi salah satu destinasi wisatawan domestik maupun internasional.

Bicara tentang kualitasnya, kerajinan gerabah di sana memang oke, lo. Dengan harga yang ramah pula di kantong, kamu bisa memuaskan hasrat belanjamu.

Meski sekarang kian berkembang, Desa Kasongan bukannya nggak pernah punya cerita sedih, Millens. Menilik sejarahnya, desa ini justru dibangun dari sejarah yang menyedihkan. Konon, sebelum berubah menjadi sebuah desa, wilayah ini dulunya merupakan persawahan milik beberapa warga.

Sayang, suatu hari, seekor kuda milik Reserse Belanda ditemukan mati di persawahan itu. Lantaran takut dijatuhi hukuman, para pemilik terpaksa melepaskan sawah mereka. Sawah-sawah itu akhirnya nggak terurus sehingga warga lain kemudian mulai datang dan membangun pemukiman di sana.

Tanahnya yang liat diolah menjadi perlengkapan rumah hingga mainan. Inilah titik balik perkembangan Desa Kasongan.

Seiring berjalannya waktu, Desa Kasongan kemudian berubah menjadi desa wisata dengan kerajinan gerabah sebagai salah satu komoditas utama. Nggak hanya memanfaatkan tanah liat, pengrajin pun memanfaatkan benda-benda lain seperti kayu, rotan, dan batok kelapa.

Jika kamu berbelanja di sana, nggak heran kamu bakal menemukan pelbagai barang-barang unik yang sayang untuk dilewatkan.

Kalau kamu pengin menyaksikan gimana benda-benda itu dibuat, datang saja ke rumah produksinya. Di sana, kamu bisa sekalian belajar membuatnya juga, lo. Segera agendakan ya! (IB15/E03)