Delapan Fakta Menarik Tentang Benteng Willem II Ungaran
Bagian tengah Benteng WIllem II Ungaran. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Delapan Fakta Menarik Tentang Benteng Willem II Ungaran

Berlibur ke Ungaran nggak lengkap rasanya jika kamu melewatkan Benteng Willem II atau Benteng Diponegoro. Selain menjadi saksi banyak peristiwa sejarah di Semarang, benteng ini memiliki fakta-fakta menariknya tersendiri. Penasaran?

Inibaru.id – Benteng Willem II Ungaran menjadi salah satu benteng kebanggan Semarang yang kondisinya masih eksis hingga sekarang. Benteng tersebut menjadi bukti peristiwa bersejarah antara Pakubuwono II seorang penguasa keraton Mataram pada masa itu dengan Gubernur Jenderal Van Imhoff. Selain itu, penguasaan benteng sempat berpindah-pindah dari Belanda, Jepang, hingga POLRI. Berikut fakta-fakta menarik terkait benteng yang Inibaru.id berhasil rangkum.

1. Letaknya Strategis di Pusat Kota Ungaran

Lokasi di depan Kantor Bupati Semarang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Letak Benteng Willem II tepat persis berada di depan Kantor Bupati Semarang di pinggir Jalan Diponegoro, Ungaran. Benteng tersebut dapat dicapai dari Kota Semarang dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum Trans Jawa Tengah dengan tarif Rp 4.000.

2. Dikenal Juga dengan Sebutan Benteng Ungaran dan Benteng Diponegoro

Benteng dikenal dengan banyak julukan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini ternyata punya banyak julukan. Selain Willem II juga dinamai Benteng Diponegoro dan Benteng Ungaran. Diperkirakan dibangun pada 1743-1746, benteng ini jadi salah satu bangunan pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, Gubernur Jenderal VOC yang menjabat bernama Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang berkuasa di Hindia Belanda pada 1743-1750.

3. Petilasan Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro

Sumur petilasan Pangeran Diponegoro telah dipasang pompa air. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini pernah menjadi lokasi transit Pangeran Diponegoro sebelum diasingkan ke Makassar. Di sini terdapat sumur yang digunakan Pangeran Diponegoro untuk wudu kemudian salat. Sumur tersebut masih ada di Benteng berada di antara panggung dan dipasang pompa air.

4. Lokasi perundingan

Menjadi tempat pertemuan bersejarah. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng ini juga menjadi tempat bertemunya Gubernur Jenderal Willem dengan Pakubuwono II pada saat pecah Geger Pecinan. Dari buku Sejarah Keraton Yogyakarta yang ditulis Ki Sabdacarakatama, Belanda menawarkan bantuan pada Pakubuwono II untuk meredam pemberontakan tersebut dengan menyodori Perjanjian Ponorogo. 

Isinya, setelah Pakubuwono II meninggal, kekuasaan Mataram akan jatuh ke tangan Belanda. Posisi Sri Susuhunan yang serba salah membuatnya menyetujui perjanjian ini.

5. Penjara pada Masa Penjajahan

Menjadi penjara pada berbagai masa. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Benteng juga sempat menjadi lokasi penjara bagi WNI pada masa penjajahan Jepang, masa Perang kemerdekaan, hingga penjara militer. Sisa-sisa perang juga ada di benteng ini seperti meriam-meriam.

6. Sebagai Barak Bintara, Tentara, dan Markas Kepolisian

Meriam di benteng, menjadi simbol kekuatan perang prajurit. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Bangunan ini juga pernah dipakai sebagai barak tentara dari negara yang pernah menduduki Indonesia seperti Belanda, Perancis, dan Inggris. Pada masa perang kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai penjara warga negara Belanda beserta anak laki-lakinya. Setelah kepengurusan benteng jatuh pada POLRI, benteng menjadi kantor polisi, asrama bagi personel POLRI.

7. Dapat Digunakan untuk Kepentingan Umum

Bagian benteng yang menjadi klinik kesehatan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Selain digunakan oleh kepolisian, Benteng Willem II ini juga bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum juga lo. Kamu bisa berkunjung ke sini untuk mempelajari sejarah, atau saat ada pagelaran budaya.

Selain itu, klinik kesehatan di sini juga dipakai untuk menyelenggarakan posyandu untuk masyarakat sekitar.

8. Arah Depan Benteng Berubah Dibandingkan yang Dulu

Lukisan dan arah asli dari benteng dilihat dari depan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Ketika Inibaru.id berkunjung dan bertemu dengan perawat dan penjaga benteng bernama Acik, dia mengatakan jika letak benteng saat ini terbalik dari yang dulu. Benteng seharusnya nggak menghadap ke Kantor Bupati Semarang, tapi sebaliknya. Perubahan ini sepertinya dikarenakan faktor strategis di mana mengarah ke Jalan Diponegoro, yang menjadi jalan utama Kota Ungaran dan banyak dilewati kendaraan.

Hm, fungsional dan bersejarah sekali ya, Millens. Kamu tertarik mengunjunginya? (Isma Swastiningrum/E05)