Daya Tarik Desa Bedono, Potensi Wisata Tersembunyi di Kota Wali

Daya Tarik Desa Bedono, Potensi Wisata Tersembunyi di Kota Wali
Pantai Morosari adalah salah satu daya tarik Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nggak cuma wisata religi, Demak juga punya tempat yang menyajikan wisata alam yang patut dipertimbangkan, Millens. Salah satunya adalah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, yang punya beberapa daya tarik wisata.

Inibaru.id – Berkunjung ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, nggak banyak tempat wisata yang mungkin kita kenal. Barangkali kita cuma mengenal dua wisata religi, yakni Makam Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak. Padahal, kalau kamu sedikit menjelajah ke utara, ada satu lokawisata unik yang patut kamu kunjungi, tepatnya berada di Desa Bedono.

Bedono merupakan sebuah desa di Kecamatan Sayung. Lokasinya nggak begitu jauh dari tapal batas Kota Semarang sisi timur laut. Sebelum melewati Pasar Sayung, kamu bakal menemukan plang bertuliskan "Pantai Morosari" pada kiri jalan. Nah, pantai itulah daya tarik Desa Bedono.

Untuk mencapai Pantai Morosari, kamu mesti menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari jalan raya Semarang-Demak. Jalan menuju pantai lumayan bagus, tapi sempit. Maka, berhati-hatilah kalau berpapasan dengan mobil atau bus wisata.

Gubug-gubug kecil tersedia bagi pengunjung Pantai Morosari, Desa Bedono, Sayung, Demak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Laiknya Pantai Marina di Semarang, Pantai Morosari hampir nggak memiliki pasir. Pantai utara itu lebih menyerupai dermaga karena air yang ada di pantai sudah cukup tinggi. Kalau kamu berharap bisa bermain air dengan pasir putih, singkirkan pikiran itu dulu.

Kendati demikian, kamu masih bisa menikmati laut dengan bersantai di saung-saung yang tersedia. Kamu juga bisa menyewa kapal untuk berkeliling kawasan ini.

Nggak jauh dari pantai, kamu bisa berkunjung ke sebuah "kampung tenggelam". Yap, dulu di Desa Bedono ada dua dukuh atau kampung pesisir, yakni dusun Tambaksari dan Rejosari. Nahas, rob melahap dua dusun tersebut sekitar 1990-an.

Para penduduk pun terpaksa bedol desa. Mereka dipindahkan di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, nggak jauh dari Bedono.

Di tempat itu, kamu masih bisa menjumpai puing-puing rumah yang ditinggalkan, yang tentu saja telah digenangi air. Kalau cermat mengamati, beberapa bangunan masih terlihat kokoh, salah satunya sebuah musala yang berada tepat di pinggir trek perahu.

Bangunan masjid yang masih terlihat jelas. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Untuk menuju kampung tenggelam, kamu harus menumpang perahu. Setiap perahu disewakan seharga Rp 100 ribu dengan kapasitas maksimal tujuh orang. Biar irit, lebih baik penuhi kapasitas tersebut.

Saat perjalanan menuju kampung tenggelam, kamu juga bakal bertemu dengan makam Syekh Abdullah Mudzakkir yang nggak tenggelam meski diterjang rob.

Syekh Mudzakkir adalah tokoh agama Desa Bedono. Tiap hari, terlebih pada akhir pekan, makam tersebut selalu dipadati peziarah.

Makam Syekh Syadzali yang nggak tenggelam meski diterjang rob. (Inibaru.id/ ida Fitriyah)

Di sekeliling makam, kamu juga bakal menemukan pemecah ombak. Di sana, para pemancing biasanya melakukan aksinya. Kamu bisa melihat deretan pemancing berjejer di batu-batu pemecah ombak itu.

Beberapa pemancing terlihat di pemecah ombak yang ada di Pantai Morosari. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Oya, nggak jauh dari Pantai Morosari, ada keramba kerang hijau. Tempat itu terbuka untuk umum sehingga siapa pun boleh melihatnya dalam jarak dekat. Kamu bisa bilang ke pengemudi perahu agar mampir ke keramba. Saat panen, kamu bisa melihat kerang-kerang hijau di yang sedang berkembang di keramba tersebut.

Keramba kerang hijau yang letaknya nggak jauh dari Pantai Morosari. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain tempat wisata, Desa Bedono juga memiliki penganan khas. Penganan itu adalah keripik brayo. Keripik tersebut terbuat dari daun-daun mangrove berjenis api-api. Ada dua pilihan rasa kripik brayo, yakni pedas dan original.

Kalau belum puas mencicipi keripik brayo, kamu juga bisa berkunjung sekaligus membeli oleh-oleh keripik kulit ikan. Di jalan menuju Desa Bedono, kamu bisa menemukan satu sentra produksi keripik kulit ikan.

Di sentra produksi itu, kamu bisa melihat proses pembuatan keripik gurih itu secara langsung. Namun, kamu nggak bisa langsung beli kerupuk kulit ikannya, ya, karena penjualannya bersifat grosir dan kamu perlu antre terlebih dulu.

Hm, satu tempat dengan banyak tempat wisata! Gimana, berminat ke Desa Bedono, Millens? (Ida Fitriyah/E0)