Corona Jadi Sesi 'Make Over' Objek Wisata

Corona Jadi Sesi 'Make Over' Objek Wisata
Lumina Maerokoco. (Inibaru.id/ Zufa Anisah)

Tutupnya wisata salama pandemi jadi kesempatan pengelola untuk berbenah. Sejumlah perbaikan fasilitas dan penambahan wahana kini menjadi menjadi rutinitas baru sebelum kembali membuka pintu untuk wisatawan pada new normal nanti.

Inibaru.id – Kabar yang menyatakan bahwa kemungkinan masyarakat akan menyerbu tempat wiata setelah grafik Covid-19 turun agaknya diseriusi para pengelola. Nggak ingin mengecewakan pengunjung, para pelaku wisata di Kota Semarang berlomba-lomba membenahi fasilitas.

UPTD Goa Kreo dan Agrowisata misalnya. Selama ditutup akibat pandemi, para pegawai yang libur melayani wisatawan memanfaatkan momen untuk memperbaiki fasilitas. Yuntik, petugas Goa Kreo mengaku selama pandemi pihaknya melakukan perbaikan di beberapa fasilitas seperti mengecat bangunan atau bersih-bersih di beberapa bagian.

“Kita jadi bisa memperbaiki fasilitas yang biasanya nggak bisa kita lakukan saat ramai oleh wisatawan,” tutur perempuan berjilbab ini.

Suasana Goa Kreo. (Inibaru,id/ Zulfa Anisah)
Suasana Goa Kreo. (Inibaru,id/ Zulfa Anisah)

Jika pengelola Goa Kreo fokus memperbaiki fasilitas, direktur PT PRPP Jawa Tengah Titah Listiorini membangun wahana baru yang diberi nama Lumina Maerokoco.

“Selama tutup kami mempersiapkan satu spot baru di sebelah utara jembatan harapan,” ujarnya.

Areal gambut sepanjang 200 meter yang tadinya becek dan nggak tersentuh pengunjung kini disulap menjadi deretan replika rumah adat dari seluruh dunia. Dengan gerbang masuk berupa fushimi inari khas Jepang, kamu bisa melihat berbagai replika rumah adat populer dari berbagai belahan dunia di satu sisi. Pada sisi lainnya, lahan dibiarkan ditumbuhi tanaman gambut.

Lumina Maerokoco masih dalam tahap pembangunan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Lumina Maerokoco masih dalam tahap pembangunan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Kita buat rumah adat internasional berupa fasad depan. Sebelah kiri hutan mangrove (bakau) di jalan setapak, jalan berpaving,” tambahnya.

Nah, nantinya Lumia Maerokoco ini bisa menjadi spot foto yang ciamik. Selain bisa “berkeliling" Jawa Tengah, kamu juga bakal dibawa ke berbagai negara. Jika nanti sudah siap dibuka, Titah mengaku belum akan menarik biaya untuk bisa masuk ke wahana ini. Usai beberapa minggu, mungkin pihaknya akan memungut tiket masuk.

“Jadi nanti awal-awal masih kita gratiskan, ke depannya mungkin akan berbayar,” ujarnya.

O ya, nggak cuma melakukan perbaikan atau pembangunan wahana, para pengelola ini juga tetap mempersiapkan berbagai protokol kesehatan. Jadi, kesehatan dan keselamatan pengunjung bisa tetap terjaga.

Hayo, siapa nih yang sudah nggak sabar berwisata? (Zulfa Anisah/E05)