Candi Sambisari dan Arca-Arca Peninggalan Hindu yang Sempat Terkubur
Arca Lingga-Yoni yang berada di bagian utama Candi Sambisari. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Candi Sambisari dan Arca-Arca Peninggalan Hindu yang Sempat Terkubur

Candi Sambisari di Yogyakarta terdiri dari satu candi utama dan tiga candi perwara. Di sini terdapat pula arca-arca agung umat Hindu, dari Lingga-Yoni, Dewi Durga, Ghanesa, hingga Agastya.

Inibaru.id – Sebelum Candi Sambisari bisa dilihat dengan apik seperti sekarang , dahulu merupakan sepetak tanah datar yang luas dan rindang dengan beberapa pohon berdiri.  Tanah yang hendak dijadikan sawah itu milik Karyowinangun. Berkat jasa seorang buruh tani yang menemukan, akhirnya oleh otoritas terkait candi digali dan direkonstruksi ulang.

Candi Sambisari memiliki beberapa arca khasnya tersendiri. Di ruang candi utama kamu akan menemukan arca Lingga-Yoni. Lingga merupakan salah satu perwujudan Dewa Siwa, sedangkan Yoni perwujudan Sakti (istri Siwa). Di sebelah selatan terdapat pula arca Agastya, seorang resi yang terkenal akan jasa-jasanya sebagai pengajar dharma. Dia dijuluki pula sebagai Batara Guru sekaligus penganut Siwa yang taat.

Di sebelah timur terdapat arca Ghanesa, dewa terkenal agama Hindu dengan bentuk wajah menyerupai gajah dan dikenal sebagai Dewa Kecerdasan dan Pengetahuan. Lalu di sebelah utara terdapat arca dari Dewi Durga, sosok dewi cantik dan pemberani yang disimbolkan bertangan delapan yang merupakan ibu dari Ghanesa. Dia dikenal pula dengan nama Parwati.

Ruang informasi Candi Sambisari. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Ruang informasi Candi Sambisari. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Selain arca-arca utama ini, terdapat arca lain seperti Mahakala dan Nandiswara selaku penjaga pintu. Sayangnya, dua arca tersebut telah hilang dicuri pada 1971. Hm, sedih sekali ya.

Berdasarkan informasi dari Ruang Pusat Informasi Candi Sambisari, disebutkan jika Candi Sambisari adalah candi Hindu yang dibangun kurang lebih pada abad 9 Masehi. Melihat dari arsitektur, ornamen, arca, dan lain-lain Candi Sambisari bersifat Siwais dan mempunyai kesamaan dengan Candi Prambanan.

Selain itu ketika kamu perhatikan, di depan candi utama terdapat tiga buah Candi Perwara atau candi kecil pelengkap kompleks percandian. Terdiri dari Perwara Selatan (4,8mx4,8m), Perwara Tengah (4,9mx4,8m), serta Perwara Utara (4,8mx4,8m). Melihat dari ukurannya seperti membentuk balok tersendiri.

Salah satu perwara. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Salah satu perwara. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Di sini banyak spot untuk berswafoto. Selain di candi utama dan perwara, tangga menurun menuju candi juga bagus untuk tempat pemotretan di antara rumput-rumput hijau yang menyegarkan mata. Meski begitu, ada beberapa aturan pula yang  mesti kamu patuhi. Seperti dilarang memanjat pagar candi.

Nah, bagi kamu yang berkunjung nggak perlu khawatir dengan fasilitas yang tersedia, karena cukup lengkap. Dari mushola, ruang informasi, toilet, hingga kedai-kedai kuliner yang berada di depan candi bisa kamu pakai dengan biaya yang terjangkau. Kalau lapar, ada kuliner legendaris jbernama Soto Bathok Sambisari yang bisa kamu jajal.

Tiket dipatok sebesar Rp 5 ribu untuk turis lokal dan Rp 10 ribu untuk turis mancanegara. Jangan lupa berkunjung ya, Millens, siapa tahu kamu terpapar varamudra (anugerah) kebaikan dewa-dewi, hehe. (Isma Swastiningrum/E05)