<em>Byar-Byur</em>, Berbasah-Basah Sejenak di Obyek Mata Air Cokro (OMAC) Klaten
OMAC taman rekreasi air yang berada di Klaten. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Byar-Byur, Berbasah-Basah Sejenak di Obyek Mata Air Cokro (OMAC) Klaten

Klaten memiliki obyek wisata mata air yang jernih, segar, dan alami untuk kamu nikmati. Salah satu tempat tersebut adalah Obyek Mata Air Cokro (OMAC).

Inibaru.id – Waktu itu tepat liburan Hari Natal 2019. Saya menyempatkan diri mengunjungi Obyek Mata Air Cokro (OMAC) yang berada di Klaten. Mengendarai motor bersama kawan, perjalanan dari Kota Yogyakarta menuju lokasi memakan waktu sekitar satu setengah jam dengan beberapa kali istirahat.

Perjalanan menuju OMAC sangat asri dan menyejukkan mata. Hijau sawah petani dengan latar Pegunungan Seribu dan Gunung Merapi membuat jiwa terasa damai. Udara di sana pun atis saat musim hujan. Saat melewati jalan, saya semakin sadar ternyata Klaten memang surganya umbul, meski yang paling terang namanya di kepala saya hanya Umbul Ponggok.

Pengunjung ramai berenang di OMAC kala liburan tiba. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Letak OMAC nggak begitu jauh dari Umbul Ponggok, jaraknya nggak lebih dari dua kilometer. Di OMAC tiket masuk sebesar Rp 10.500,00 per orang. Sebelum memasuki areal pemandian dan mata air, saya melewati jembatan kayu gantung yang terasa bergoyang-goyang dan di bawahnya ada aliran sungai yang digunakan untuk arum jeram.

Ada beberapa titik pemandian yang bisa dinikmati di tempat ini. Khusus anak-anak hingga dewasa ada lo. Ketika saya datang, pemandian begitu ramai dengan orang-orang tengah berenang atau sekadar bersantai di dekat kolam. Pepohonan yang teduh dan mata air yang masih bersih, bening, serta alami membuat nggak sabar pengin segera ciblon (main air).

Pedagang penjual gorengan anget dengan bumbu kecap. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Di samping-samping kolam juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang berjualan beragam makanan dan minuman. Saya sarankan untuk jangan lupa membeli gorengan anget dengan bumbu kecapnya yang pedas menggigit. Di sana tersedia pula penyewaan tikar dan ban karet.

Suasana OMAC makin ramai dengan hiburan musik dari grup bernama Tirta Plus. Para pengunjung seperti diajak bernyanyi bersama lagu-lagu lawas Koes Plus, band kesukaan Bapak saya, ha-ha. Tirta Plus menemani para pengunjung di OMAC dengan suara merdunya.

Lalu, kawan saya pun mengajak berenang. Sayangnya saya nggak bisa berenang. Namun hal tersebut nggak menghalangi untuk bisa keceh (main air) dan padusan di kolam dengan pesona sumber mata air alami yang segarnya nggak bisa ditolak. Dengan bantuan kawan, saya kemudian masuk ke dalam kolam yang ternyata cukup dalam hingga leher.

Sumber air yang sangat jernih dan segar. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Brrr, dingin sekali. Ditambah lagi saat itu tengah hujan. Makin dingin rasanya. Herannya, kawan saya masih byar-byur meneruskan berenang. Dia sempat mengeluh karena lupa membawa waterproof case buat kamera untuk berfoto-foto di bawah air. Ya sudah, detik berjalan dan hari semakin sore. Waktunya untuk pulang dan kapan-kapan kembali lagi.

O ya, di sini terdapat pula Perusahaan Daerah Air Minum Mata Air Cokro Tulung lo. Wajar sih, airnya memang jernih banget. Kalau kamu punya waktu, agendakan datang ke mari bersama keluarga atau kawan-kawanmu ya, Millens. (Isma Swastiningrum/E05)