Bus AKAP Sepi Penumpang, Masyarakat Masih Takut Bepergian?

Bus AKAP Sepi Penumpang, Masyarakat Masih Takut Bepergian?
Pemberhentian bus yang sepi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Beberapa bus antar kota antar provinsi kini mulai beroperasi. Namun pihak penyedia jasa transportasi mengeluhkan sedikitnya penumpang hingga memutuskan untuk mengurangi unit yang diterjunkan ke jalan. Mungkinkah ini karena ketakutan masyarakat untuk bepergian?

Inibaru.id - Minggu ini jadi waktu yang ditunggu-tunggu penyedia jasa transportasi. Pasalnya, setelah berbulan-bulan tersendat karena pandemi, bisnis transportasi kini mulai diizinkan beroperasi seperti biasa. Keputusan Menteri Perhubungan untuk menaikkan batas maksimal penumpang disambut positif. Setelah lama di kandang, kini bus-bus besar mulai mengaspal. Beberapa pemberhentian bus antarkota pun mulai ramai.

Hal ini pula yang terjadi di sepanjang wilayah Kalibanteng Semarang pada Rabu (10/6). Meski jadwal kedatangan bus masih beberapa jam lagi, beberapa penumpang sudah menanti. Fitriyani, salah satu agen PO Haryanto tujuan akhir Banten mengungkapkan bahwa perusahaannya baru beroperasi sekitar seminggu terakhir.

Menurutnya, meski sudah memasuki masa new normal dan diperbolehkan bepergian dengan syarat tertentu, jumlah penumpang nggak terlalu banyak.

“Kalau biasanya 70-100 penumpang, sekarang cuma 20-25 orang,” keluhnya.

Deretan agen bus. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Deretan agen bus. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dia menduga, banyak orang yang masih takut bepergian. Adanya syarat yang harus dipenuhi calon penumpang juga terkadang dianggap sebagai beban.

“Ke Jakarta pada takut nggak mau, SIKM susah, kerja juga jarang kecuali yang penting,” tambah perempuan yang akrab disapa Fitri ini.

Hal serupa dikeluhkan pula oleh sopir bus PO Coyo yang sore itu tengah menunggu penumpang. Meski mendekati waktu pemberangkatan, jumlah penumpang yang datang baru beberapa gelintir. Martono, sopir bus mengaku sudah lebih dari sebulan libur karena pandemi.

Mulai Senin (9/6) kemarin, perusahaannya mulai menguji coba beberapa unit jurusan Semarang – Cirebon untuk mengaspal.

“Hari pertama kemarin ngangkut 17 orang, biasanya 20-25 dan busnya banyak, sekarang cuma ada 2 bus,” tutur Martono yang sudah lama menjadi sopir ini.

Lelaki 48 tahun ini memaklumi apa yang kini tengah terjadi meski dirinya sempat tak punya pekerjaan untuk beberapa saat karena pandemi. Namun kembali ke jalan raya tampaknya bisa membuatnya bernafas lega.

Potret penumpang yang menunggu keberangkatan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Potret penumpang yang menunggu keberangkatan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Joko Purwanto, seorang penumpang tampak berdiri di sekitar bus. Dia sedang menunggu keberangkatan bus menuju Purwokerto. Menurutnya, dia harus mempersiapkan banyak energi untuk bepergian di kala pandemi karena mempersiapkan banyak hal. Namun hal tersebut nggak membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke tempat tujuan.

“Biasanya bebas, sekarang banyak peraturan. Saya bawa surat rapid test, surat perjalanan dinas, surat izin karantina,” tutur lelaki yang bekerja di sektor pertambangan ini.

Kalau kamu gimana, sudah naik bus lagi ke luar kota? (Zulfa Anisah/E05)