Bukan Syakban, Ini waktu Tepat Berkunjung ke Makam Sunan Kudus

Bukan Syakban, Ini waktu Tepat Berkunjung ke Makam Sunan Kudus
Para peziarah sedang khidmat berwasilah di Makam Sunan Kudus, Minggu (1/9). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Berkunjung ke Makam Sunan Kudus bakal lebih asyik bila waktunya sesuai. Berikut rekomendasi waktu berkunjung ke salah satu makam Walisongo ini.

Inibaru.id – Bila berbincang perihal pariwisata di Kabupaten Kudus, Menara nggak pernah absen disebut. Bangunan setinggi 18 meter ini disebut sebagai simbol toleransi masyarakat Kudus. Nah, masih dalam satu kompleks dengan Menara Kudus, ada juga wisata religi yang patut dikunjungi yakni Makam Sunan Kudus.

Makam ini berada tepat di sebelah barat atau di belakang Masjid Al-Aqsa samping Menara. Setiap harinya, ratusan bahkan ribuan orang dari seluruh penjuru negeri bertandang untuk berziarah dan berwasilah dengan Sunan Kudus yang bernama Syekh Ja’far Shodiq ini.

Rombongan pengunjung berziarah di keliling pusara Sunan Kudus, Minggu (1/9/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Di kompleks makam itu, kamu bisa menemukan makam inti Sunan Kudus, keluarganya, dan para kiai yang turut andil dalam penyebaran agama Islam di Kota Kretek ini. Ada pula bangunan sumur zaman dulu yang hingga kini masih difungsikan sebagai tempat berwudu. Beberapa orang percaya air di sumur itu membawa keberkahan tersendiri.

Pengunjung biasanya lebih padat saat menjelang Ramadan. Namun, sebenarnya waktu yang paling pas untuk berkunjung ke Makam Sunan Kudus adalah Muharam, tepatnya tanggal 1 hingga 10 Muharam.

Hal ini dibeberkan salah seorang panitia Buka Luwur Sunan Kudus 2019 Mahesa Agni. Menurut Mahesa, pada kurun waktu tersebut luwur atau kain penutup makam diganti sehingga pengunjung bisa melihat langsung bentuk makam.

“Sebenarnya ya kalau mau yang pas ke sini waktu Muharam. Luwurnya kan dibuka jadi pengunjung bisa lihat jelas relief makamnya,” ujar Mahesa.

Proses pelepasan luwur Makam Sunan Kudus, Minggu (1/9/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Di hari biasa, area makam inti ditutup luwur. Area di sekeliling maka pun dihias dengan luwur berbagai ornamen. Pemasangan ini dimaksudkan untuk menjaga makam dari tangan-tangan jahil.

“Peziarah itu biasanya ada yang ambil-ambil sesuatu di makam kaya batulah atau apalah gitu, makanya luwur bisa jadi salah satu cara menjaga keutuhannya,” imbuhnya pada acara pelepasan luwur, Minggu (1/9).

Selain bisa melihat relief secara utuh, kamu pun bisa menyaksikan rangkaian tradisi Buka Luwur yang digelar tiap Muharam, Millens. Tradisi tersebut memiliki banyak prosesi seperti jamasan, pelepasan luwur, dan puncaknya adalah upacara buka luwur yang diikuti pembagian nasi jangkrik khas Kudus.

Eits, bukan nasi dengan lauk jangkrik ya. Nasi jangkrik adalah nasi dengan lauk daging kerbau, sayur tahu, dan sayur nangka muda. Hm, paket komplet deh pokoknya! So, jangan sampai ketinggalan momen ini, ya. (Ida Fitriyah/E05)