Bukan Mercusuar, Ini lo Sejarah Menara di Masjid Layur

Bukan Mercusuar, Ini lo Sejarah Menara di Masjid Layur
Penampakan luar Masjid Menara Layur Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kota Semarang meninggalkan banyak sejarah yang menarik untuk terus digali. Salah satunya adalah Masjid Menara Layur yang disebut-sebut memiliki menara yang semula difungsikan sebagai mercusuar. Benerkah seperti itu?

Inibaru.id - Berumur tua dan tetap mempertahankan arsitektur aslinya, Masjid Menara Layur ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Kota Semarang. Masjid yang terletak di Jalan Layur, Dadapsari ini mempunyai predikat yang disematkan sebagai masjid tertua di Kota Semarang. Selain itu, bangunan menara yang terdapat di bagian depan masjid. Konon menara tersebut disebut-sebut sebagai mercusuar.

Cukup masuk akal sebenarnya, mengingat wilayah disekitar masjid tersebut berdiri di tepian Kali Semarang. Konon sungai ini digunakan sebagai jalur perdagangan air. Banyak juga kabar yang menceritakan menara masjid tersebut adalah bekas mercusuar.

Bangunan utama Masjid Menara Layur. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

soal predikat Masjid Layur sebagai masjid tertua di Semarang, Ali Makhsun, takmir Masjid Menara Layur, menyangsikannya. “Ya kan jaman sekarang banyak yang saling klaim sebagai masjid tertua. Terserah mau dikatakakan begitu ya monggo, tapi yang jelas masjid ini sudah berumur sangat tua, ” tuturnya.

Selain itu, dia juga nggak terlalu yakin dengan menara yang menjulang tinggi di depan masjid tersebut dulunya mercusuar. “Saya kira untuk adzan di jaman dulu karena belum ada pengeras suara,” tambah Ali. Saat ini, menara yang masih berdiri kokoh tersebut sudah nggak difungsikan untuk adzan Millens.

Terlepas dari kontroversi sejarah, beberapa tradisi yang hanya dapat ditemukan di masjid ini masih bisa dipegang erat hingga sekarang. Di antaranya adalah tradisi kopi Arab yang khas, serta tradisi ketiadaan jemaah perempuan di masjid ini. Penasaran dengan masjid yang satu ini? Boleh banget sesekali mampir dan salat di sana. (Zulfa Anisah/E05)