Blusukan ke Air Terjun Watu Bobot Batealit Jepara di Musim Kemarau, Nemu Apa?

Di Jepara ada destinasi wisata air terjun yang cukup terkenal yaitu Watu Bobot. Di musim penghujan, tempat ini penuh sesak oleh pengunjung yang kepingin menikmati pemandangan atau bermain air. Lalu apa yang bisa dinikmati pengunjung saat musim kemarau?

Blusukan ke Air Terjun Watu Bobot Batealit Jepara di Musim Kemarau, Nemu Apa?
Pemandangan di Watu Bobot saat musim kemarau. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Inibaru.id – Selain memiliki pantai yang indah, Jepara juga memiliki beberapa tempat indah. Salah satunya adalah Watu Bobot, yang berlokasi di Kecamatan Batealit, Jepara. Meski letaknya sedikit pelosok, tapi keindahan air terjun Watu Gong mampu menyedot animo pengunjung. Ada saja wisatawan datang untuk menikmati pemandangan yang terhampar.

Eits, itu kalau pas musim hujan ya, Millens. Debit air yang deras tentu bikin kawasan ini nggak boleh kamu lewatkan. Tapi bagaimana ya kalau saya pergi ke sana saat musim kemarau? Mungkin orang akan berpendapat saya sinting. Tapi rasa penasaran saya nggak bisa dibendung. Ha ha

Bebatuan di tengah sawah. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Dengan melewati jalan bekas truk dam yang berbatu saya hampir kesulitan menuju lokasi. Saya pikir bakal ada tempat parkir yang layak, ternyata motor hanya di parkir sembarangan di tengah hutan. Bingung tapi penasaran dengan lokasinya saya pun hanya mengikuti.

Benar saja, dari hutan tempat parkir tadi saya harus melewati jalan setapak nan terjal menuju sebuah irigasi. Sesampainya di sana saya bertemu dengan beberapa orang yang sedang memancing. Saya pun menyapa mereka biar menunjukkan kalau saya ini sopan. Ha ha

Nggak jauh dari tempat orang-orang memancing, saya menemukan tempat gersang di tengah sawah. Luar biasa, indah sekali pemandangannya.

Bekas galian di Batealit Jepara. (Inibaru.id/ Isyah Maharas)

Tadinya saya pikir kami berdua saja akan menjadi orang sinting. Ternyata di sana sudah ada beberapa pengunjung lain yang sedang mengambil foto bebatuan yang berada di tengah hamparan sawah nggak jauh dari tempat saya berdiri.

Dari penjelasan teman saya tadi, tempat ini adalah bekas galian, bahkan hari biasanya pun masih ada pekerja batu di tempat ini. Hm, semoga nggak sampai merusak lingkungan ya.

Air terjun di Watu Bobot boleh saja cuma mengucur seadanya, tapi udaranya tetap saja sangat sejuk. Memang saat itu air nggak begitu deras tapi dengan menikmati suasana saya sudah sangat puas.

Saya nggak menyesal sama sekali pergi piknik ke sini. Tapi terus terang saya cukup rindu Watu Bobot di musim hujan. Semoga hujan cepat datang ya. Eh, kamu sudah pernah ke Watu Bobot belum? (Isyah M/E05)