Bersepi-sepi di Pantai Liang Ambon

Ketenangan ombak dan suasana sepi Pantai Liang di Ambon pas banget untuk yang mau piknik-menyendiri. Ombaknya tenang bikin kamu bisa berenang-renang dalam suasana tanpa keriuhan.

Bersepi-sepi di Pantai Liang Ambon
Panorama Pantai Liang atau Pantai Hanimua (reyginawisataindonesia.blogspot.com)

Inibaru.id -  Haruskah piknik itu ramai-ramai? Haruskah berwisata itu ke tempat yang ramai dan penuh pewisata?

Hehehe, nggak ada yang mengharuskan. Kamu bebas sebebas burung untuk menentukan pilihan mau piknik ke mana. Kamu mau piknik ke lokawisata sepi yang nggak banyak pengunjungnya juga boleh banget.

Nah, kalau ingin yang sepi-sepi tapi kamu teuteup dapat pesona yang ciamik, ke Pantai Liang di Maluku bisa memuaskan keinginanmu.

Sobat Millens, Pantai Liang atau disebut pula Pantai Hanimua berada di Kecamatan Salahutu, Ambon, Kabupaten Maluku Tengah. Dikutip dari Metrotvnews.com, pada 1990-an, pantai tersebut dinobatkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) PBB sebagai salah satu pantai terindah milik Indonesia.

Baca juga:
Meleura, Surga Tersembunyi di Tenggara Pulau Celebes
Pelesiran ke "Zaman Old" di Kampung Primitif

Ya, kamu akan menjumpai kombinasi hamparan pasir putih, gradasi garis pantai dan laut berwarna biru, dan ombak yang tenang. Ini pas banget sebagai tempat menyepi. Maklum, meski sudah banyak yang mempromosikan keindahan Pantai Liang, pantai yang panjangnya 1 km ini masih sepi pengunjung, khususnya pada hari biasa. Pada hari libur, ada pengunjung tapi jumlahnya tetap nggak banyak-banyak banget.

Lantas, kapan saat yang paling jos untuk ke sana? Menurut Beritagar.id (25/1/2018), September-November dan April-Mei adalah waktunya yang tepat karena ombak lautnya nggak terlalu besar, bahkan nyaris tenang.

Memang benar, Sobat Millens, kawasan perairan dangkal di Pantai Liang itu dikenal dengan debur ombaknya yang tenang serta semilir angin yang membuat pelancong betah berdiam lama untuk berjemur sembari menikmati pemandangan yang terhampar atau berenang-renang.

Di sana kamu juga bisa ke dermaga jembatan kayu yang akan bikin kamu lonjak-lonjak berswafoto. Apalagi, dari situ pula, kamu bisa memanjakan mata pada panorama sekeliling pantai dan ikan-ikan yang berenangan di air jernih.

Kocek yang harus kamu keluarkan pun murah meriah. Cukup Rp 4.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp 15.000 untuk wisatawan asing. Dan nggak perlu khawatir bahwa kamu akan kesulitan bila butuh ganti baju atau kelaparan. Ada fasilitas ruang bilas dan ganti baju, plus warung-warung kecil yang jual makanan dan pakaian.

Memang belum ada penginapan di sekitar lokasi. Tapi kalau mau nginap, bawalah tenda dan berkemahlah di pantai. Sensasinya pasti makjleb. Kalau nggak ingin kemah di tepi pantai, ya nginaplah di rumah penduduk. Beberapa warga punya layanan kamar untuk disewa.

Baca juga:
Pantai Wediombo, Surga untuk Peselancar
Maumere, Eksotisme Pulau Tanpa Ujung

Ya, Pantai Liang memang berada di area terpencil. Jaraknya sekitar 40 km dari Ambon. Tapi kamu bisa menyewa mobil atau ngojek bertarif sekitar Rp 50.000 sekali jalan. Naik bus Trans Amboina Hunimua bertiket Rp8.500 per orang pun bisa kok.

Kalau mau rombongan pigimane? Ssst, meski Pantai Liang cocok untuk bersepi-sepi, datang berombongan juga nggak dilarang kok. Hanya saja, kalau rombongan, sewa angkutan umum berkapasitas 10 penumpang dengan harga sekitar Rp 200.000 sekali jalan.

Sudah siap packing? Cascus yuk! (EBC/SA)