Ayo ke Pulau Kelor sebelum Tenggelam

Berwisata ke Pulau Kelor, kamu nggak hanya menikmati keindahan pemandangan tapi juga merasakan jejak bersejarah tempat indah itu. Benteng Martello, monumen sejarah penting di pulau itu. Konon pulau itu terancam tenggelam. Lo kok?

Ayo ke Pulau Kelor sebelum Tenggelam
Pulau Kelor dengan Benteng Martello di tengahnya. (qubicle.id)

Inibaru.id – Jakarta menjadi kota yang terkenal akan kesibukan aktivitasnya, atau diidentikkan dengan macet. Tapi tempat yang satu ini bisa lo dijadikan tempat berlibur untuk kabur sejenak dari rutinitas yang mengimpit. Nggak mahal, nggak perlu keluar jauh-jauh bagi yang tinggal di ibu kota RI dan sekitarnya. Pulau Kelor contohnya, bisa dijadikan alternatif liburan singkat.

Seperti yang ditulis dalam kumparan.com (8/1/2018), Pulau Kelor berada di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Paling mudah dicapai dari Dermaga Muara Kamal yang jaraknya 20,9 km dari Stasiun Jakarta Kota atau sekitar 35 menit berkendara. Dari dermaga, Pulau Kelor bisa dicapai dengan naik perahu motor selama 30-45 menit.

Sesuai dengan namanya, Pulau Kelor ini luasnya hanya “sebesar daun kelor” alias nggak luas. Eits, meski begitu, pulau ini menyimpan sejarah saksi pertahanan maritim Hindia Belanda yang melindungi Batavia. Gimana ceritanya?

Ya, Benteng Martello namanya. Benteng Martello dibangun VOC pada abad ke-17. Berbentuk melingkar, benteng ini difungsikan sebagai benteng pertahanan melawan Inggris, Spanyol, dan Portugal. Batu bata merah mendominasi struktur bangunan Benteng Martello.

Baca juga:
Museum Jenang Kudus dan Kisah Pemasarannya pada Zaman Old
Di Bawah Kerindangan Jajaran Cemara Pantai Karangjahe

Dulu di tengahnya, terdapat meriam besar yang digunakan sebagai pertahanan kawasan maritim Hindia Belanda, terutama Batavia. Benteng yang melingkar disertai pintu-pintu besar di sekelilingnya, mendukung kerja meriam yang dapat diputar 360 derajat. Sayang, Benteng Martello sudah rusak akibat berbagai peristiwa. Banyak bagian yang rusak dan tidak utuh. Penyebabnya banyak, dari mulai abrasi air laut, gempa Jakarta pada 1966, sampai akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Tahu nggak Sobat Millens, wisata Benteng Martello atau Pulau Kelor ini sering disebut sebagai wisata di atas kuburan, lo. Hiii kok serem?

Nama asli pulau ini adalah Pulau Kerkhof yang berarti makam atau kuburan. Dikutip dari qubicle.id, Pulau Kelor memang dulunya merupakan tempat eksekusi para tahanan Belanda yang  kemudian dikubur di pulau tersebut, namun nggak ada satu pun batu nisan atau tempat yang menyerupai kuburan di atas pulau.

Sobat Millens nggak perlu takut untuk wisata ke pulau inii. Biar saja sisa kelam masa lalu menjadi sejarah, cukup dengan menghormati pulau ini, kamu bisa ikut menikmati sekaligus menjaga tempat indah ini.

Sobat Millens, ada kabar yang beredar bahwa pulau indah nan punya sejarah ini mau tenggelam, lo. Seperti dilansir dari laman alamendah.org (14/5/2011) National Geografic Indonesia memprediksi Pulau Kelor akan tenggelam dalam waktu 45 tahun ke depan. Didasarkan atas data UPT Taman Arkeologi Onrust yang mengungkapkan bahwa pada 1980 Pulau Kelor memiliki luas sekitar 1,5 hektare namun kini luasnya tidak mencapai 1 hektare. Hal ini diakibatkan oleh abrasi dan pemanasan global.

Baca juga:
Jejak Sunan Bonang dari Batu Andesit
Berenang Bersama Ikan-Ikan di Umbul Ponggok

Bisa jadi 45 tahun mendatang mungkin kita tidak lagi menjumpai keeksotisan Pulau Kelor. Nggak hanya Pulau Kelor saja, ternyata banyak juga pulau-pulau kecil Indonesia yang terancam hilang lantaran abrasi, penambangan pasir, naiknya permukaan air laut serta kerusakan alam lainnya. Wah, sayang sekali ya, Sobat Millens.

Ayo tunggu apalagi? Sebelum termakan kerusakan alam, berwisata sambil mengenal sejarah di Pulau Kelor, yuk! (SR/SA)