Belajar Tentang Istimewanya Keris di Museum Keris Nusantara Solo

Berkunjung ke museum, apalagi itu adalah Museum Keris Nusantara, nggak akan membuat kamu jemu. Sebaliknya, rasa ingin tahumu mungkin bakal semakin bertambah dan tambah lagi.

Belajar Tentang Istimewanya Keris di Museum Keris Nusantara Solo
Museum Keris Nusantara di Solo. (Kompasiana)

Inibaru.id - Keris, senjata tikam orang zaman dulu, lekat kaitannya dengan masyarakat Jawa dan Melayu. Dahulu, keris digunakan dalam peperangan. Tapi, senjata itu kini lebih sering digunakan sebagai aksesori berbusana dan simbol budaya.

Sebagai generasi milenial, jangan buru-buru mengernyitkan dahi saat diajak bicara soal keris, ya. Meski produk zaman kerajaan, informasi tentang keris masih sangat mudah kita dapatkan lewat media, buku, dan orang-orang yang terkait. Bahkan, di Solo, kamu bisa mendapatkan banyak pencerahan di Museum Keris Nusantara.

Museum ini berlokasi di Jalan Bhayangkara 2, Sriwedari, Laweyan, Solo. Diresmikan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2017 lalu, bangunan Museum Keris ini terdiri atas lima lantai.

Jika kepengin melihat keris-keris dan tombak terpajang berikut penjelasan tentang guna dan bagian-bagiannya, datang saja ke lantai dua.

Di lantai dua itu kamu bisa puas bertanya karena terdapat pusat pembelajaran keris untuk pengunjung. Ada pula video visual mengenal perjalanan keris di Indonesia.

Museum Keris Nusantara di Solo. (Myeatandtravelstory.wordpress)

Hm, ada berapa jumlah keris di museum ini? Sejak awal diresmikan, senggaknya ada 409 koleksi keris. Kini, jumlahnya kian bertambah menjadi ribuan, yang terdiri atas keris peninggalan sejarah, hibah dari masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan tokoh terkenal.

Oya, Joko Widodo juga menghibahkan salah satu kerisnya yang bernama Kyai Tenggara. Dikutip dari Tribunnews (27/9/208), keris tersebut merupakan jenis keris luk (berliku) lima yang mencerminkan Pancasila.

Nggak cuma keris Jokowi yang istimewa, sebagian keris yang terpajang di sana juga merupakan keris bernilai fantastis dan diburu para kolektor. Masing-masing mempunyai cerita yang menarik untuk kamu simak, Millens.

Contohnya, keris Kyai Brojoseno yang disebut-sebut bisa menembus baju zirah bangsa Eropa; dan keris Kyai Puspa Wijaya, keris dengan gaya Bali, yang memiliki bermacam hiasan, mulai dari permata batu rubi, emas, dan berlian.

Hm, sepertinya satu hari mengunjungi tempat ini nggak akan cukup untuk mengenal keris Nusantara. Jadi, atur jadwal kamu terlebih dahulu untuk datang ke Solo, ya! (IB20/E03)