Belajar Kasih dan Pengabdian di Tanah Mutiara Hitam

Belajar Kasih dan Pengabdian di Tanah Mutiara Hitam
Anak asuh Panti Asuhan Kerahiman Putri tengah menampilkan tarian selamat datang. (Dok. Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

Mari bertemu Suster Aleksia dan Grace yang sama-sama mengabdi di Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai. Dengan segala keterbatasan, mereka memaksimalkan potensi agar bisa tumbuh dan mencapai impian. Dari mereka pula kami belajar kasih bagi sesama.

Inibaru.id – Siang itu kedatangan Tim Ekspedisi untuk Negeri disambut dengan tarian penjemputan oleh anak asuh dari Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai Sentani. Tak lupa, kami juga dikalungi noken yang sarat akan kehangatan, seperti suasana panti asuhan yang ada sejak 1992 ini.

Lepas penyambutan, kami diajak untuk melihat sekeliling oleh Sr Aleksia DSY yang merupakan Kepala panti asuhan yang beralamat di Jalan Raya Hawai Sentani, Sentani Kota, Sentani, Jayapura, Papua, tersebut. Ya, hari ini kami akan menghabiskan waktu di tempat anak dari pelbagai sudut di Papua ini ditampung.

Suster DSY itu kemudian kemudian mengajak kami untuk melihat berbagai kegiatan anak-anak di area panti. Di sela kesibukan belajar, para anak asuh ini diajari mandiri dan mengembangkan kreativitas dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Beruntung, hari itu kami dapat melihat aktivitas berkebun dan pembuatan berbagai pernak-pernik khas Papua seperti noken, topi, dan asesori lain. Menurut Suster Aleksia, berbagai kegiatan anak-anak asuh ini dimaksudkan agar mereka mandiri sejak dini.

Selain digunakan dan dikonsumsi sendiri, hasil dari kegiatan anak panti ini juga diperjualbelikan lo, Millens! Dengan menggunakan media sosial, Aleksia mengungkapkan, penjualan produk mereka jadi lebih cepat.

“Kami bersyukur sinyal internet masih lancar di sini. Internet lebih cepat, kami tdak perlu capai, orangnya datang,” ungkapnya dengan mata berbinar-binar.

Warga Hawai sudah bisa menikmati internet. (Dok. Ekspedisi Bakti untuk Negeri)
Warga Hawai sudah bisa menikmati internet. (Dok. Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

Ya, meski internet di Papua masih belum merata, masyarakat di beberapa tempat sudah bisa megaksesnya. Anak asuh di panti ini beruntung, mereka dapat menikmati internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh saat pandemi.

Mengabdi untuk Sesama

Kendati belum sempurna, intenet di sana cukup bisa diandalkan. Namun begitu, keterbatasan pengetahuan dalam menggunakan gawai masih terjadi, sehingga mereka butuh didampingi. Salah satu sukarelawan pendamping itu adalah Grace Edowai.

Grace saat ini tercatat sebagai mahasiswa kedokteran gigi di Tiongkok. Selama pandemi, dia memang tinggal di Papua. Sembari melakoni kuliah jarak jauh, dia juga mengajari anak-anak asuh di panti cara menggunakan gawai.

Dengan jaringan internet yang lancar, dirinya mengaku nggak kesulitan dalam mengakses berbagai sumber belajar.

Grace mengabdikan diri di Panti Asuhan Putri Kerahiman. (Dok. Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri)
Grace mengabdikan diri di Panti Asuhan Putri Kerahiman. (Dok. Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri)

“Ya, sekarang sudah muali bagus. Lancar! Perkuliahan selama satu jam menggunakan aplikasi-aplikasi di sana (Tiongkok) juga lancar-lancar saja,” ungkapnya, yang mengaku pernah mengalami masa suram ketika sinyal telepon bisa tiba-tiba menghilang dan saluran terputus. 

Grace tentu saja merasa bersyukur dengan kondisi yang dialaminya sekarang. Dia turus mengupayakan untuk memanfaatkan jaringan internet itu dengan baik, sehingga kuliah dan pengabdiannya untuk panti asuhan bisa terus sejalan.

Kini Grace dan anak panti yang lain punya impian besar yang menjadi satu tujuan hidup yang besar, yaitu menjadi yang terbaik, agar bisa berbakti untuk negeri.

Mengakhiri perjumpaan dengan Grace dan Suster Aleksia, kami jadi belajar lebih banyak tentang cinta kasih dan pengabdian. Baik-baik ya di sana ya, Kalian! (Med/IB27/E03)