Backpacker versus Flashpacker, Kamu yang Mana?

Backpacker versus Flashpacker, Kamu yang Mana?
Flashpacker. (Panduanwisata.id)

Mirip dengan backpacker, flashpacker juga menyusun agenda secara independen. Lalu apa, ya, bedanya dengan backpacker? Simak ulasan berikut ini, ya.

Inibaru.id – Traveling ala turis yang bergaya lavish menjadi pantangan bagi seorang backpacker. Alih-alih ikut tur, petualang ransel umumnya mengatur perjalanan sendiri dengan memangkas bujet sekecil mungkin, mulai dari untuk ongkos perjalanan hingga menginap. Mereka juga berusaha membaur dengan warga  lokal.

Namun, di antara para turis dan backpacker, ada istilah baru yang cukup menarik, yakni "flashpacker". Mereka bukanlah turis yang cenderung menghabiskan banyak uang, tapi nggak bisa dibilang backpacker lantaran masih sering pilih-pilih tempat menginap atau tujuan wisata.

Pengalaman, Kemudahan, dan Kenyamanan

Flashpacker tetap menyusun jadwal secara independen laiknya backpacker, Mereka nggak memakai biro perjalanan. Bedanya? Seperti ditulis Kumparan.com (18/1/2018), backpacker lebih berorientasi pada biaya perjalanan semurah-murahnya (budget oriented). Sementara, flashpacker bertumpu pada pengalaman, kemudahan, dan kenyamanan.

Flashpacker umumnya para pekerja yang cuti. Mereka nggak segan mengeluarkan biaya lebih besar agar memperoleh pengalaman "lebih". Flashpacker juga nggak keberatan membayar biaya hostel. Ini berbeda dengan backpacker yang umumnya memperoleh kepuasan saat berhasil mendapatkan losmen termurah.

Traveling. (provoke-online.com)

Waktu yang Efektif

Flashpacker juga lebih suka menggunakan waktu seefektif mungkin. Mereka akan memenuhi agenda tujuan sebaik mungkin sehingga mau membayar transportasi yang lebih mahal. Ini berbeda dari backpacker yang nggak masalah dengan lamanya waktu perjalanan, bukan?

Bagaimana dengan makanan? Flashpacker menyantap makanan sesukanya, nggak memikirkan low budget. Bawaan flashpacker juga lebih variatif. Mereka senang membawa kamera terbaiknya, ponsel, tablet, bahkan laptop. Gaya berpakaian mereka juga lebih fashionable.

Seorang flashpacker umumnya lebih fashionable ketimbang backpacker. (journal.sociolla.com)

Bekal Informasi

Namun, baik menjadi backpacker maupun flashpacker, kamu harus tetap memiliki bekal informasi yang cukup mengenai tujuan wisata kamu. Jangan lupa untuk tetap komunikatif pada orang-orang di sekitarmu juga, ya! Bisa jadi kan, nantinya kamu memerlukan bantuan.

Bekal informasi wajib bagi seorang flashpacker maupun backpacker. (1millionwomen.com.au)

Nah, kira-kira kamu masuk kategori yang mana ya, Millens? (IB08/E03)