Anjangsana Kebudayaan, Peserta Kunjungi Tambang Minyak Tradisional di Blora

Anjangsana Kebudayaan, Peserta Kunjungi Tambang Minyak Tradisional di Blora
Salah satu situs penambangan minyak sumur tua di Desa Ledok, Cepu, Blora. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Di Anjangsana Kebudayaan, para peserta International Gamelan Festival (IGF) diajak "piknik" ke situs tambang minyak tradisional di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora. Seperti apa keseruannya?

Inibaru.id - Millens, sudah tahu kan kalau saat ini sedang ada acara International Gamelan Festival (IGF) di Solo, Jawa Tengah? Nah, kendati "panggung" utamanya di Solo, peserta juga diajak untuk berkeliling ke daerah lainnya, lo.

Kegiatan ini bertajuk “Anjangsana Kebudayaan” atau “Site Performance”. Salah satu daerah yang dikunjungi adalah Kabupaten Blora.

Di Kabupaten Blora, 90 peserta IGF berkunjung ke situs tambang minyak tradisional di Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Begitu tiba di lokasi, peserta langsung disambut penampilan Tari Barong oleh anak-anak dari kelompok Seni Baromg Cahyo Mudo Budoyo, lo. Keren!

Setelah itu, mereka diajak menuju pertambangan minyak. Jalannya terjal dan berkelok-kelok. Begitu memasuki lokasi, papan larangan terpasang di sejumlah tempat, yang berbunyi, pengunjung nggak boleh menyalakan api atau merokok.

Peserta Anjangsana Kebudayaan melihat situs penambangan sumur tua di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Desa Ledok mempunyai 137 sumur minyak yang berfungsi dari total 196 titik. Jumlah minyak yang dihasilkan berbeda-beda. Salah satu sumur bisa menghasilkan 750 liter minyak per hari.

Arief Rahman, Wakil Bupati Blora mengatakan, di lokasi tersebut, pemerintah daerah pengin menggabungkan potensi wisata dengan potensi alam. Menurutnya, Cepu dan Blora merupakan daerah penghasil minyak.

“Dengan teknologi zaman dulu yang masih tradisional ini, ternyata Blora bisa menghasilkan minyak. Ketika ekonomi daerah bagus, budaya juga ikut terangkat," jelasnya.

Puas “bermain-main” di Desa Ledok, para peserta pun diajak ke Heritage Trainz Loco Tour. Sembari makan siang, mereka disuguhi pertunjukkan gamelan dan Tari Tayub.

Pertunjukkan gamelan di Heritage Trainz Loco Tour di Kabupaten Blora. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Selesai dengan pertunjukan dan makan siang, peserta kemudian diajak berkeliling ke kawasan Perhutani dengan menaiki kereta wisata.

Rangkaian kegiatan Anjangsana Kebudayaan merupakan gagasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menumbuhkan ekosistem kebudayaan dalam masyarakat. Kegiatan ini berlangsung sampai Kamis (16/8) lalu di Kabupaten Boyolali. (Ayu S Irawati/E03)