Ada Ikon Religi di Kota Judi

Macau tentu saja lebih moncer sebagai tempat kasino dan jenis judi lainnya. Tapi di dalamnya banyak ikon yang berkaitan dengan religiositas. Ada gereja, kelenteng, dan masjid di kota itu.

Ada Ikon Religi di Kota Judi
Reruntuhan Gereja St Paul atau Ruins of St Paul’s yang jadi salah satu tempat tujuan wisatawan di Macau. (thousandwonders.net)

Inibaru.id – Yakinlah, Millens, nggak bakal ada yang menyangkal bila kamu bilang bahwa Macau adalah kota judi. Maklum wilayah khusus di Tiongkok yang pernah jadi koloni Portugal itu memang dibangun dari uang judi.

Lantas, bagaimana bila ada yang mengatakan padamu bahwa ada sudut-sudut dan aktivitas religius di sana?

Tolong tidak menyangkal dulu, ya.

Tapi, pesona Macau tak melulu judi. Sebab, wilayah dengan luas kurang lebih 30 kilometer persegi itu juga memiliki lokasi-lokasi religius yang memesona.

JPNN.com (3/12/2017) menuliskan laporan mengenai sudut-sudut religius di Macau. Ya, melalui program Media Familiarization Trip atau Famtrip beberapa waktu lalu, Macao Government Tourism Office (MGTO) bekerja sama dengan AirAsia Indonesia membawa rombongan pewarta dari Jakarta untuk menyusuri sejumlah tempat eksotis di pulau yang terletak di pesisir selatan Tiongkok itu.

Bukti awal bahwa Macau juga punya sisi religius adalah adanya gereja-gereja Katolik berbentuk klasik dengan area terbuka yang luas di depannya. Maklum, hampir 400 tahun lamanya Macau dikuasai Portugal. Dan kita tahu, pemeluk Katolik adalah mayoritas di negara Cristiano Ronaldo itu.

Di daftar teratas ada reruntuhan Gereja St Paul atau Ruins of St Paul’s yang ikonis. Banyak yang berpendapat bahwa belum ke Macau bila belum ke reruntuhan gereja tersebut. Mengapa gereja itu tinggal puing?

Diceritakan, pada 1835, api melahap bangunan peninggalan 1602 yang mulanya untuk kolese dan gereja itu. Yang tersisa adalah dinding depan yang memiliki ornamen perpaduan Barat dan Timur, fondasi serta tangga.

Baca juga:
Belajar dari Laba-laba, Orang Manggarai Menata Sawah
Sunset oh Sunset Sindangkerta...

Namun, di bagian belakang reruntuhan ada ruang bawah tanah. Setelah menuruni tangga di sisi kanan reruntuhan, pengunjung akan sampai di sebuah ruangan batu dengan salib di atasnya.

Tapi, Macau sebagai bekas koloni Portugal nggak hanya memiliki Gereja St Paul. Ada sejumlah gereja Katolik berupa bangunan kuno yang masih terawat dengan latar luas di depannya.

Nggak jauh dari St Paul ada Katedral. Dari Ruins of St Paul’s ataupun Senado yang selalu jadi konsentrasi para turis di Macau, Katedral bisa dijangkau dengan jalan kaki menyusuri pertokoan. Jarak Katedral dari Ruins of St Paul’s kurang dari 500 meter.

Katedral yang dibangun pada 1622 itu merupakan salah satu gereja terpenting di Macau. Ornamen bagian depannya sederhana dan dihiasi dekorasi jendela kaca. Di dalamnya tersimpan artefak bersejarah.

Nggak jauh dari Katedral ataupun Ruins of St Paul’s ada gereja Katolik lainnya. Namanya, Gereja St Dominic. Dibangun pada 1587, St Dominic menjadi gereja tertua di wilayah Tiongkok. Di dalamnya juga terdapat museum berisi lebih dari 300 koleksi artefak peninggalan warga Macau penganut Katolik.

Ada pula sejumlah gereja lainnya di Macau Semenanjung yang bisa dijangkau dengan jalan kaki. Misalnya, Gereja St Lawrence peninggalan pertengahan 1600-an yang bergaya neoklasik.

Tak jauh dari Senado Square juga ada Gereja St Agustine peninggalan akhir abad 16. Gereja itu mulanya bangunan dari kayu untuk seminari yang didirikan pastor asal Spanyol pada 1586.

Berdekatan dengan Gereja St Agustine terdapat Gereja dan Seminari St Joseph. Bangunan bergaya Baroque yang dibangun pada 1758 itu juga memiliki relik dari misionaris pertama di kawasan Asia Timur.

Sedangkan gereja tua lainnya di Macau Semenanjung yang nggak jauh dari Senado Square adalah St Anthon. Bangunan peninggalan 1560 yang merupakan salah satu gereja tertua di Macau itu masuk dalam UNESCO World Heritage.

Kelenteng

Tapi sebagai wilayah Tiongkok, Macau juga punya kelenteng. Yang terbesar adalah A-Ma di Largo da Barra.

Dari A-Ma pula nama Macau muncul. Kisahnya bermula ketika pelaut Portugal singgah di A-Ma dan menanyakan nama tempat sembahyang warga lokal itu.

Warga setempat kala itu menyebut kelenteng itu dengan nama A-Ma Gau. Tapi, pelaut Portugal menerjemahkannya menjadi “Macau”.

Setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00, kelenteng yang dibangun di bukit itu ramai oleh wisatawan ataupun warga yang hendak bersembahyang. Kelenteng itu diyakini banyak orang sebagai bangunan tertua di Macau.

Baca juga:
Panjat Dinding Tanpa Tali di Atas Kolam, Siapa Takut?
Yuk ke Rumah Hobbit di Antara Rimbunan Pinus di Bantul

Lokasi A-Ma memang eksotis karena kelentengnya ada di bukit. Di depannya ada Barra Square yang memiliki pemandangan laut.

Selain A-Ma, kelenteng beken lainnya di Macau adalah Sam Kai Vui Kun. Lokasinya sangat dekat dengan Senado Square. Kelenteng itu mulanya bukanlah bangunan untuk beribadah. Sebab, awalnya adalah gedung untuk pertemuan para pedagang

Bagaimana dengan tempat beribadah untuk muslim? Di Macau ada masjid. Lokasinya di 4 Ramal Dos Moros yang menyatu dengan pemakaman. Masjid satu-satunya di Macau itu lebih beken disebut Mesquita e Cemitério de Macau. Areanya cukup luas karena menyatu dengan pemakaman bagi warga muslim. Masjid itu dikelola Islamic Association Macau di Macao. (EBC/SA)