Ada Batu Telapak Buddha di Tepi Sungai Elo!

Ada Batu Telapak Buddha di Tepi Sungai Elo!
Batu telapak Buddha di tepi Sungai Elo/Kali Elo. (Suara/Anggo Haksoro Ardi)

Di Magelang, Jawa Tengah, ada Batu Telapak Buddha yang berlokasi di tepi Sungai Elo, sungai yang sering dijadikan lokasi wisata arung jeram. Seperti apa sih batu ini?

Inibaru.id – Ada banyak sekali hal unik dalam perayaan Waisak 2566 BE yang jatuh pada hari ini, Senin (16/5/2022). Nggak hanya pusat perayaannya yang ada di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, ada juga spot lain yang nggak kalah menarik, yakni Batu Telapak Buddha yang ada di Sungai Elo.

Lokasi Batu Telapak Buddha ini sebenarnya nggak jauh dari Candi Mendut. Tapi, ternyata warga sekitar sana juga nggak banyak yang tahu tentang batu ini. Maklum, lokasinya juga cukup terpencil.

“Warga yang tahu cuma orang-orang tertentu kalau di situ ada Batu Telapak Buddha,” ungkap Kepala Lingkungan Mendut II, Kelurahan Mendut, Mahmuddin, Minggu (15/5/2022).

Batu Telapak Mendut ini bukan peninggalan bersejarah berusia ratusan tahun seperti Candi Borobudur atau Candi Mendut ya. Faktanya, batu ini dipahat pada 1980-an oleh seorang pematung yang juga terlibat dalam pembangunan Vihara Sangha Theravada Indonesia yang ada di Mendut.

Yang menarik, warga juga nggak tahu apa alasan sang seniman membuat Batu Telapak Buddha tersebut. Apalagi, bentuknya juga sama persis dengan pahatan telapak Buddha dari bahan logam yang ada di vihara tersebut.

“Mungkin untuk kenang-kenangan kalau pernah kerja di sini,” lanjutnya.

Lokasi Batu Telapak Buddha ada di dekat Candi Mendut. (ksmtour.com)
Lokasi Batu Telapak Buddha ada di dekat Candi Mendut. (ksmtour.com)

Yang menarik, banyak umat Buddha yang menggunakan batu tersebut untuk ritual pembuangan ‘sebel’, istilah untuk membuang sejumlah pakaian atau bunga-bungaan yang kemudian dilarung di sungai. Meski begitu, kini lokasi tersebut lebih sering digunakan sebagai tempat untuk menebar bibit ikan karena dianggap lebih ramah lingkungan dan mendukung ekosistem mahluk hidup di sungai yang dikenal sering dijadikan wisata arum jeram di Magelang tersebut.

Selain itu, melepas bibit ikan sesuai dengan tradisi yang dipercaya umat Buddha bernama ‘Fang Shen’ yang berarti melepas hewan ke alam bebas. Nggak hanya ikan, umat Buddha juga bisa membeli burung atau hewan yang bakal dijagal namun justru kemudian melepaskannya ke alam liar. Tradisi ini adalah perwujudan memberikan kasih sayang kepada semua makhluk.

“Melepas ikan di Kali Elo kan setiap setahun sekali. Nggak pasti, kadang setahun sekali tapi juga bisa setahun dua kali,” jelas warga sekitar Sugiyat.

Omong-omong, Batu Telapak Buddha di Mendut cukup besar karena ukuran panjangnya 1 meter dan lebarnya sekitar 2 cm. Pada pahatan telapak tersebut, ada Dharmacakra yang merupakan tanda perputaran ajaran Buddha.

Tertarik melihat Batu Telapak Buddha langsung di Sungai Elo, Millens? (Sua/IB09/E05)