5 Alasan Kamu Harus Berkunjung ke De Tjolomadoe Liburan Ini!

De Tjolomadoe menjadi daya tarik wisata baru agar masyarakat berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah. Lantas, mengapa sih harus berkunjung ke De Tjolomadoe?

5 Alasan Kamu Harus Berkunjung ke De Tjolomadoe Liburan Ini!
De Tjolomadoe, daya tarik wisata baru di Karanganyar, Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Inibaru.id – Tempat wisata di Karanganyar, Jawa Tengah seolah nggak ada habisnya. Mulai dari wisata alam seperti air terjun hingga wisata sejarah laiknya Candi Sukuh dan Candi Cetho ada di kabupaten ini.

Kabupaten di sebelah timur Surakarta itu juga punya lokawisata komplet yang hit, yakni De Tjolomadoe. Di lokawisata itu, kamu nggak hanya disuguhi bangunan dan spot-spot foto menarik, tapi juga wisata sejarah tentang pabrik gula.

Terus, adakah hal lain yang menarik dari De Tjolomadoe? Tentu saja ada! Berikut adalah sejumlah hal menarik tentang De Tjolomadoe yang perlu kamu tahu!

Seru-Seruan Sambil Menengok Sejarah

Pengunjung sedang mengamati papan informasi tentang transformasi De Tjolomadoe. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Dulu, tempat ini adalah Pabrik Gula (PG) Colomadu yang didirikan Mangkunegaran IV pada 1861. Namun, sejak 1997 pabrik yang berada di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar itu berhenti beroperasi, lalu ditutup setahun berselang.

Dibiarkan mangkrak bertahun-tahun, pabrik gula ini akhirnya dipugar pada 2017 dan dijadikan wisata sejarah sekaligus area bisnis Pemugaran rampung dan diresmikan pada 24 Maret 2018.

Kini, pengelolaan De Tjolomadoe berada di bawah konsorsium PT Sinergi Colomadu yang merupakan gabungan dari beberapa perusahaan BUMN.

Kendati dipugar, alat-alat bekas pabrik gula masih tetap dipertahankan di tempatnya. Kamu bisa melihat alat-alat itu di setiap stasiun di dalam De Tjolomadoe. Kamu juga bisa membaca sejarah PG Colomadu pada papan informasi yang disediakan pengelola

Spot Foto Menarik

Banyak spot foto menarik di De Tjolomadoe. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Setelah direnovasi, bangunan yang mangkrak hampir 20 tahun itu tampak cantik dengan konsep klasik. Dinding luar bangunan dicat warna krem dan hijau sehingga membuat bangunan De Tjolomadoe seperti bangunan-bangunan di Eropa.

Di dalam gedung, dinding dan lantainya pun dikreasikan supaya lebih kekinian. Namun, ornamen-ornamen kuno dan bekas alat pabrik gula tetap dipertahankan.

Buat kamu yang suka berswafoto, ornamen dan alat-alat itu tentu cocok banget dijadikan latar fotomu. Kamu juga bisa berfoto di luar bangunan yang juga memiliki spot menarik seperti pintu kayu dan cerobong asap.

Buka Sampai Malam

Beroperasi sampai malam, kamu bisa berwisata ke De Tjolomadoe mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Begitu petang tiba, kamu bahkan bisa menyaksikan keindahan bekas pabrik yang melambangkan kejayaan perekonomian Praja Mangkunegaran dengan tambahan sinar lampu warna-warni di halaman depannya.

Dilengkapi Tiga Tempat Makan

Besali Cafe adalah salah satu tempat makan yang ada di dalam De Tjolomadoe. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nggak perlu khawatir lapar saat berkeliling De Tjolomadoe. Lokawisata ini dilengkapi dengan tiga tempat makan. Satu tempat menyediakan menu khusus makanan dan minuman, lalu satu lagi berkonsep kafe, sedangkan yang terakhir berupa warung kopi. Kalau lapar, kamu tinggal memilih tempat makan sesuai seleramu.

Kawasan Bisnis

Lantai 2 De Tjolomadoe dimanfaatkan sebagai kawasan bisnis. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Setelah puas berkeliling De Tjolomadoe, kamu bisa langsung membeli oleh-oleh atau pun suvenir di sana. Nggak perlu jauh-jauh ke pusat kerajinan, kamu bisa menemukannya di Stasiun Ketelan. Banyak penjual handicraft dan fesyen di lokasi yang berada di lantai dua itu.

So, tinggal pilih, deh, mau beli buah tangan apa. Eits, tapi jangan lupa siapkan uangnya, ya! He-he.

Selain di lantai dua, kamu juga bisa membeli oleh-oleh di depan gedung. Di sana, ada toko yang khusus menjual suvenir khas De Tjolomadoe.

Lokawisata ini dibuka setiap hari. Untuk saat ini, pengunjung nggak dipungut biaya sepeser pun bila hendak masuk lokasi. Kamu hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan yang sudah dikelola resmi dari pihak lokawisata.

Gimana, mumpung libur panjang belum berakhir, jangan lewatkan, ya, Millens! (Ida Fitriyah/E03)